Connect with us

METROPOLITAN

Peleburan Baja Diprotes Warga Balaraja

Published

on

Banten Hits.com– Asap produksi di PT Lautan Steel Indonesia, sebuah pabrik peleburan baja di Kawasan Industri Balaraja, dinilai warga Desa Talagasari, Kecamatan Balaraja, Kabupaten Tangerang, telah berdampaK secara langsung kepada mereka.

Bahkan, warga menuding, asap produksi dari PT Lautan Steel Indonesia ini, telah membuat warga sekitar menderita sakit asma, batuk, dan gatal.

Holik, salah seorang warga yang dihubungi Banten Hits.com lewat telefon genggamnya, Sabtu (11/05/2013), mengatakan, warga sudah empat kali menyampaikan keluhan atas asap produksi peleburan baja ini. Bentuk keberatan warga ini disampaikan melalui unjuk rasa.

Unjuk rasa serupa kembali digelar warga pada Sabtu (11/05/2013). Warga mennyampaikan protes mereka dengan cara memasang poster dan spanduk persis di depan Kawasan Industri Balaraja.

Banten Hits.com– Asap produksi di PT Lautan Steel Indonesia, sebuah pabrik peleburan baja di Kawasan Industri Balaraja, dinilai warga Desa Talagasari, Kecamatan Balaraja, Kabupaten Tangerang, telah berdampaK secara langsung kepada mereka.

BACA :  Dinas Pertanian Pandeglang Sebut Ada Kesalahan dalam Penyaluran Hand Traktor

Bahkan, warga menuding, asap produksi dari PT Lautan Steel Indonesia ini, telah membuat warga sekitar menderita sakit asma, batuk, dan gatal.

Holik, salah seorang warga yang dihubungi Banten Hits.com lewat telefon genggamnya, Sabtu (11/05/2013), mengatakan, warga sudah empat kali menyampaikan keluhan atas asap produksi peleburan baja ini. Bentuk keberatan warga ini disampaikan melalui unjuk rasa.

Unjuk rasa serupa kembali digelar warga pada Sabtu (11/05/2013). Warga mennyampaikan protes mereka dengan cara memasang poster dan spanduk persis di depan Kawasan Industri Balaraja.

“Jangan Racuni Kami dengan Polusimu,” tulis sebuah spanduk yang dibentangkan warga di lokasi.

Dalam aksinya ini, warga berkumpul di depan gerbang perusahaan sambil meneriakan tuntutan agar perusahaan segera ditutup. Saat aksi unjuk rasa berlangsung, terlihat aparat kepolisian dari Polsek Balaraja melakukan penjagaan ketat di lokasi.

BACA :  Ibu Tiri Penganiaya akan Jalani Tes Kejiwaan

Warga menuntut, perusahaan yang beroperasi sejak  tujuh  tahun lalu ini agar memperhatikan lingkungan sekitar.

“Kami sudah bosan dengan sikap perusahaan. Mereka seolah tidak punya keinginan untuk menghilangkan asap yang keluar dari cerobong yang di pasang di belakang perusahaan. Sehinggga asap itu keluar dan menyebar ke permukiman warga,” ungkap Holik.

Lebih lanjut, Holik mengungkapkan, ada kongkalikong antara perusahaan dengan pihak-pihak terkait di pemerintahan mulai dari Disnakertrans Kabupaten Tangerang, hingga ke aparat muspika Kecamatan Balaraja.

“Saya heran atas tindakan Disnakertrans Kabupaten Tangerang yang tutup mata atas permasalahan yang terjadi saat ini,” jelasnya.

Selain polusi udara yang terjadi saat ini, kesejahteraan para buruh yang bekerja di pabrik peleburan baja ini juga dianggap masih jauh dari standar yang ditetapkan.

BACA :  Bermodal Pistol Mainan, Ali Rampas Handphone Tukang Bakso di Pondok Aren

Upay, salah seorang warga yang turut dalam aksi unjuk rasa itu, mengatakan, selain upah murah, kesehatan buruh juga dinilai tidak pernah diperhatikan manajemen perusahaan.

“Banyak yang menderita kecelakaan kerja, bahkan di antaranya ada beberapa yang meninggal dunia. Tetapi perusahaan hanya alakadarnya saja memberikan santunan ke korban,” jelas Upay.

Sementara itu, Direktur Operasional PT Lautan Steel Indonesia Andi Cipto belum memberikan keterangan terkait persoalan ini. Banten Hits.com yang mencoba meminta konfirmasi lewat telefon genggamnya, tak mendapat jawaban.

Sebelumnya, Pausan, salah seorang manajer di PT Lautan Steel Indonesia, menyarankan agar Banten Hits.com menghubungi langsung asisten direktur yang memiliki kewenangan untuk memberikan konfirmasi.(Rus)



Darusssalam Jagad Syahdana mengawali karir jurnalistik pada 2003 di Fajar Banten--sekarang Kabar Banten--koran lokal milik Grup Pikiran Rakyat. Setahun setelahnya bergabung menjadi video jurnalis di Global TV hingga 2013. Kemudian selama 2014-2015 bekerja sebagai produser di Info TV (Topaz TV). Darussalam JS, pernah menerbitkan buku jurnalistik, "Korupsi Kebebasan; Kebebasan Terkorupsi".

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *




Terpopuler