Connect with us

METROPOLITAN

7 Pelanggaran Ketenagakerjaan di Pabrik Kuali

Published

on

Banten Hits.com– Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Tangerang, menemukan 7 pelanggaran ketenagakerjaan yang dilakukan Yuki Irawan, pemilik industri rumahan pembuat kuali di Kampung Bayur Opak, Desa Lebak Wangi, Kecamatan Sepatan Timur, Kabupaten Tangerang.

Tujuh pelanggaran itu di antaranya pelanggaran sistem pengupahan, pelanggaran waktu kerja dan istirahat, pelanggaran Jamsostek, pelanggaran karena tidak memberikan perlindungan dan keselamatan kerja, pelanggaran tidak melakukan wajib lapor ketenagakerjaan ke Disnaker dan tidak membuat peraturan perusahaan.

Banten Hits.com– Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Tangerang, menemukan 7 pelanggaran ketenagakerjaan yang dilakukan Yuki Irawan, pemilik industri rumahan pembuat kuali di Kampung Bayur Opak, Desa Lebak Wangi, Kecamatan Sepatan Timur, Kabupaten Tangerang.

Tujuh pelanggaran itu di antaranya pelanggaran sistem pengupahan, pelanggaran waktu kerja dan istirahat, pelanggaran Jamsostek, pelanggaran karena tidak memberikan perlindungan dan keselamatan kerja, pelanggaran tidak melakukan wajib lapor ketenagakerjaan ke Disnaker dan tidak membuat peraturan perusahaan.

Untuk melengkapi berkas pemeriksaan, minggu ini, Yuki Irawan berikut para mandor yang kini ditahan Polres Kota Tangerang, akan diperiksa Disnakertrans Kabupaten Tangerang. Sejauh ini, dinas tersebut sudah memeriksa 15 orang buruh di industri rumahan pembuat kuali tersebut.

Demikian pernyataan Kepala Bidang Pengawasan Disnakertrans Kabupaten Tangerang Deni Rodiani, Rabu (29/5/2013) sore.

“Sementara sudah ada 7 pelanggaran, nanti dikonfirmasikan ke tersangka melalui pemeriksaan lanjutan. Karena kami butuh dua pihak untuk memberikan keterangan. Sebelum akhirnya dituangkan dalam putusan hasil pemeriksaan,”kata Deni.

Dikatakan Deni, pihaknya terus mendalami kasus pelanggaran ketenagakerjaan yang terjadi di Pabrik Kuali di Kampung Bayur Opak, Desa Lebak Wangi, Kecamatan Sepatan Timur, Kabupaten Tangerang yang terjadi beberapa waktu lalu. Sejauh ini sudah 15 orang saksi yang juga mantan buruh di pabrik milik tersangka Yuki.

“Kami sudah melakukan pemeriksaan terhadap 15 orang saksi yang juga buruh Yuki, tinggal 2 orang lagi yang belum kami periksa di daerah Sepatan. Setelah itu akan kami periksa Yuki, guna melengkapi berkas dan mendalami kasus ini,”kata Deni.

Lamanya proses pemeriksaan terhadap kasus yang membuat geger dunia internasional ini, dianggap wajar oleh Deni. Pasalnya pemeriksaan juga membutuhkan dokumen pendukung, seperti kepastian mempekerjakan anak di bawah umur.

“Khusus anak di bawah umur kami periksa akte, ijazahnya atau tanda lahir yang dikeluarkan oleh kelurahan atau desa setempat. Hasil pemeriksaan jadi anak dibawah umur ada 6 orang. Ini hasil pemeriksaan 34 buruh yang dibebaskan dan beberapa buruh yang sudah kabur lebih dulu,” ungkap Deni.(Rus)

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

eight + four =

Trending