Connect with us

METROPOLITAN

Keluarga Apriliyanti Lapor ke Mabes Polri

Published

on

Banten Hits.com – Banten Hits.com – Keluarga Apriliyanti (30), ibu muda yang tewas di rumah mertuanya di Desa Pangkalan, Teluk Naga, Kabupaten Tangerang, Kamis lalu (30/05), hari ini, Senin (03/06) melapor ke Mabes Polri.

Keputusan melapor ke Mabes Polri, karena pihak keluarga tidak puas dengan hasil penyelidikan yang dilakukan Polsek Teluk Naga dan Polres Kota Tangerang yang menangani kasus ini.

Banten Hits.com – Keluarga Apriliyanti (30), ibu muda yang tewas di rumah mertuanya di Desa Pangkalan, Teluk Naga, Kabupaten Tangerang, Kamis lalu (30/05), hari ini, Senin (03/06) melapor ke Mabes Polri.

Keputusan melapor ke Mabes Polri, karena pihak keluarga tidak puas dengan hasil penyelidikan yang dilakukan Polsek Teluk Naga dan Polres Kota Tangerang yang menangani kasus ini.

“Hari ini, kami atas nama keluarga akan melapor ke Mabes Polri. Karena kami tidak puas dan ada yang tidak wajar dalam penanganan kasus ini,” ujar Ita Suciah, kakak korban saat ditemui di rumah duka di Kelurahan Babakan, Kecamatan Tangerang, Kota Tangerang, Senin (03/06).

BACA :  Danrem 064/MY: Kami Tindak Anggota yang Cederai Amanat Reformasi

Bahkan, menurut Ita, penyelidikan yang dilakukan Polsek Teluk Naga terkesan ditutup-tutupi. Karena semenjak adiknya, Apriliyanti tewas pada Kamis lalu, belum ada hasil penyelidikan yang pasti tentang penyebab kematian korban.

Padahal, menurutnya, berdasar hasil visum RSUD Kabupaten Tangerang, sudah jelas disebutkan jika adiknya tewas akibat kekerasan benda tumpul.

“Hasil visum sudah jelas, kalau adik saya tewas karena kekerasan benda tumpul. Tapi mengapa polisi malah menduga adik saya tewas karena gantung diri,” ungkap Ita bertanya-tanya.

Ita tidak percaya jika adiknya tewas karena gantung diri, sebagaimana dugaan pihak kepolisian berdasarkan hasil penyelidikan sementara.

“Kalau orang bunuh diri itu kan, lidahnya menjulur ke luar dan keluar kotoran. Tapi kalau adik saya tidak. Malahan yang ada luka-luka yang ada di tubuhnya,” ujar Ita.

BACA :  Ribuan Warga Mathla'ul Anwar Banten Menggelar Salat Istisqa di Alun-alun Menes

Suhaebah, ibu kandung Apriliyanti juga mempertanyakan tentang penyelidikan yang dilakukan Polsek Teluk Naga dan Polres Kota Tangerang.

Sebagai seorang ibu, ia meyakini jika anaknya tewas karena diduga dianiaya suaminya. Karena selama ini, putrinya memang kerapkali disiksa oleh suaminya yang berinisial D-K.

“Saya minta supaya hukum ditegakkan dan diusut tuntas kasus yang menyebabkan anak saya tewas. Saya yakin Yanti (Apriliyanti-Red) tewas karena dianiaya suaminya,” jelas Suhaebah.

Sementara itu, sejak  Apriliyanti tewas pada Kamis lalu, hingga saat ini Polsek Teluk Naga yang menangani kasus ini tidak mau memberi keterangan resmi. Polisi bahkan terkesan menutupi kasus ini, tanpa alasan yang jelas.

Berdasarkan informasi yang diperoleh dari sejumlah sumber terpercaya di pihak kepolisian, keluarga D-K merupakan orang terpandang di wilayah Teluk Naga, Kabupaten Tangerang.

BACA :  Dorong-dorongan dengan Polisi, Front Mahasiswa Tuntut Anggota DPRD Periode 2019-2024 Test Urine

Kasus ini diduga tidak terus diselidiki dan apalagi sampai mengarah kepada penetapan tersangka, karena polisi diduga tidak mau mengambil resiko dan dikhawatirkan akan mengganggu stabilitas keamanan di wilayah tersebut.

Seperti diberitakan, Apriliyanti tewas dengan sejumlah luka ditubuhnya Kamis lalu (30/05).  Awal mulanya, Apriliyanti dilaporkan tewas oleh pihak keluarga mertuanya karena gantung diri. Namun pihak keluarga dari pihak perempuan curiga atas penyebab tewasnya korban, dan menduga Apriliyanti tewas karena didaniaya suaminya, berinisial D-K.

Kecurigaan ini berdasar sejumlah luka yang ada di tubuh korban saat pihak keluarga melihat jenazah korban di kamar mayat RSUD Kabupaten Tangerang. Apalagi, sebelum tewas korban diketahui bertengkar dengan suaminya karena menolak diceraikan. (soed)



Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terpopuler