Connect with us

METROPOLITAN

Antisipasi Darurat Nuklir BATAN-BNPB Gelar Pelatihan

Published

on

Banten Hits.com – Mengantisipasi darurat nuklir, Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), serta jajaran Pemerintah Propinsi Banten dan Pemerintah Kota Tangerang Selatan, menggelar pelatihan kesiapsiagaan.

“Pelatihan ini digelar agar semua pihak khususnya di kota Tangerang Selatan, termasuk kota Tangerang, Kabupaten Tangerang dan Bogor siap jika terjadi kecelakaan nuklir,” ujar  Sekretaris Utama Batan, Taswanda Taryo di sela workshop Kesiapsiagaan Kedaruratan Radiasi bagi Pemangku Kepentingan di Luar Batan di Serpong, Banten, Selasa (04/06).

Banten Hits.com – Mengantisipasi darurat nuklir, Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), serta jajaran Pemerintah Propinsi Banten dan Pemerintah Kota Tangerang Selatan, menggelar pelatihan kesiapsiagaan.

“Pelatihan ini digelar agar semua pihak khususnya di kota Tangerang Selatan, termasuk kota Tangerang, Kabupaten Tangerang dan Bogor siap jika terjadi kecelakaan nuklir,” ujar  Sekretaris Utama Batan, Taswanda Taryo di sela workshop Kesiapsiagaan Kedaruratan Radiasi bagi Pemangku Kepentingan di Luar Batan di Serpong, Banten, Selasa (04/06).

BACA :  Wahidin Halim ke ASN: Jangan Korupsi, Lurus Saja Bekerja Baik

Menurut Taswanda, dengan pelatihan kesiapsiagaan, para pemangku kepentingan dan masyarakat menjadi lebih siap jika terjadi bencana radiasi nuklir, sehingga penanggulangan akan menjadi lebih mudah dan cepat serta korban dapat diminimalisir.

Sementara itu, Kepala Pusat Kemitraan Teknologi Nuklir Batan yang juga Koordinator Pengamanan dan Kedaruratan Nuklir Ferly Hermana, menjelaskan, aturan mengharuskan reaktor riset Siwabessy, Serpong, berkapasitas 30 MW yang terbesar di Asia Tenggara itu melaksanakan kesiapsiagaan kedaruratan nuklir bersama para pemangku kepentingan terkait secara rutin.

“Pelatihan ini melibatkan berbagai tim respons, seperti tim medis, tim pengamanan nuklir, tim proteksi radiasi, tim pemadam kebakaran, dan juga tim dari kepolisian dan TNI,” ungkap Ferly.

Karena besarnya kekuatan reaktor, Ferly menegaskan, pihaknya sudah siaga dengan berbagai kemungkinan yang terjadi.
Lebih jelas Ferly mengungkapkan, skenario kecelakaan nuklir terburuk adalah saat elemen bakar reaktor meleleh dan Iodium 131, gas radioaktif paling mengerikan, lepas ke udara.

BACA :  Jasad Iqbal Bocah yang Tenggelam di Cisadane Akhirnya Ditemukan

“Paling parah bila reaktor tersebut meleleh, alat menyerupai scan akan melacak dan seketika semua alat pemicu reaktor tersebut akan mati,” ujarnya.

Begitu pula dengan air yang berada disekitar reaktor, bila level air saat ini 13, jika turun saja hingga 4 cm, pasti reaktor akan mati secara otomatis.

“Ada sistem yang namanya Ventilator System, dia akan bekerja jika ada radiasi sekecil apapun,” ujar Ferly.

Dengan mempunyai reaktor berkekuatan besar ini, menurutnya, pihak BATAN sudah menyiapkan radius aman bila seandainya terjadi kecelakaan pada reaktor.

“Kami tentukan radius aman 400 meter dari gedung, serta satu kilometer kemudian,” ujar Ferly lagi.

Lebih lanjut Ferly mengungkapkan, pihak Badan Tenaga Pengawas Tenaga Nulir (Bapeten)  rencananya juga akan memasang satu alat ukur radiasi independen, dan tiga alat kemudian di tahun depan. Tujuannya supaya reaktor berkekuatan 30 megawatt tersebut dapat diukur kerja dan efek reaksinya.

BACA :  Anak Pejabat di Lebak Dicabuli Ayah Tiri Gegara Gatal-gatal; Sempat Dibawa ke Hotel di Dekat Pantai

“Masyarakat tidak perlu takut atau khawatir, kami memiliki keamanan yang sangat ketat untuk reaktor ini,” pungkas Ferly.

Ferly menjelaskan, Batan Puspiptek, Serpong, Kota Tangerang Selatan menjadi tempat terbesar penelitian terbesar se-Asia Tenggara.

Di dalam pusat penelitian tersebut, terdapat 30 mega watt reactor yang siap menjadi media penelitian para professor di Indonesia dan mancanegara.

Reaktor nuklir tersebut merupakan kategori ke dua setelah Jepang dan Jerman yang memilliki nuklir dengan kekuatan kategori satu atau di atas 100 megawatt.

“Reaktor ini dinamakan Serpong Reactor Research, sehingga reaktor di sini dioperasikan oleh dan untuk peneliti di Indonesia maupun mancanegara,” jelas Ferly. (Rie)



Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *




Terpopuler