Connect with us

METROPOLITAN

Kronologi Bentrok FPI di Alam Sutera

Published

on

Banten Hits – Bentrokan yang melibatkan Front Pembela Islam (FPI), satuan petugas keamanan (satpam) Alam Sutera, dan polisi, pada Kamis (6/6/2013) dipicu oleh sengketa lahan seluas 2,5 hektar yang sama-sama diklaim sebagai milik ahli waris almarhum Munting dan Alam Sutera.

Pada Kamis (6/6/2013) sekitar jam 16.05 WIB, massa FPI berjumlah sekitar 700 orang datang dari rumah ahli waris almarhum Munting di Kampung Kamurang Atas, RT. 04/01, Kelurahan Paku Alam, Kecamatan Serpong Utara, Kota Tangerang Selatan.

Massa FPI menuju lokasi sengketa. Sempat terjadi kejar-kejaran antara massa FPI dengan satpam Alam Sutera di Ruko Pasar B. Dalam peristiwa itu, kepala satpam di Ruko Pasar B, Mugi Kuatno (38) dan anggotanya Andika (28) menderita luka sobek di kepala setelah dihantami benda tumpul oleh massa FPI. Keduanya dilarikan RS Eka Hospital.

Lima menit kemudian, sekitar jam 16.10 wib massa FPI tiba di lokasi. Merekas terlibat saling lempar batu dengan kelompok massa dan petugas keamanan dari Alam Sutera. Aksi saling lempar batu berhasil mereda. Pada jam 16.30 WIB, massa FPI berhasil ditenangkan.

Namun, keributan kembali terjadi setelah massa FPI melukai Anggota Polri atas nama Brigadir Polisi Afriko, anggota Jatanras Polresta Tangerang. Brigadir Afriko mengelami luka robek di kepala setelah dipukul balok kayu. Dalam keadaan terluka korban dibawa ke RS Omni.

Ketegangan kembali terjadi, ketika jam 17.00 WIB, massa dari penjaga lokasi dan satpam Alam Sutera memprovokasi massa FPI dengan mengacung-acungkan balok dan melempar batu ke arah massa FPI.

Pada Jam 17.47 WIB, massa FPI mundur dari lokasi mengarah ke pertokoan Pasar B. Di lokasi, panglima FPI Imam Sukarsa datang dan mengimbau agar massa FPI kembali ke markas. Massa FPI kemudian berjalan sambil melakukan perusakan terhadap dua pos parkir milik Base Parking yang ada di Area Alam Sutera.

Massa FPI juga merusak pagar lokasi, membakar kayu dan ban, serta merusak mobil tangki air B 9897 WC milik PT Paluga.

Massa ahirnya mengarah ke Plaza Serpong kembali ke rumah ahli waris almarhum Munting. (Rus)

Darusssalam Jagad Syahdana mengawali karir jurnalistik pada 2003 di Fajar Banten--sekarang Kabar Banten--koran lokal milik Grup Pikiran Rakyat. Setahun setelahnya bergabung menjadi video jurnalis di Global TV hingga 2013. Kemudian selama 2014-1015 bekerja sebagai produser di Info TV. Darussalam JS, pernah menerbitkan buku jurnalistik, "Korupsi Kebebasan; Kebebasan Terkorupsi".

Trending