Connect with us

METROPOLITAN

Label Halal dan Izin Edar Digratiskan

Published

on

Banten Hits.com– Label halal, izin edar dan desain kemasan produk akan dibagikan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) secara cuma-cuma kepada 40 industri kecil menengah (IKM) atau 40 komiditi yang ada di Kota Tangsel dalam waktu dekat ini.

Label halal, izin edar dan desain kemasan produk gratis ini, terutama akan diberikan kepada IKM yang bergerak di bidang kerupuk, kacang sangrai, kue kering, dan sebagainya.

Banten Hits.com– Label halal, izin edar dan desain kemasan produk akan dibagikan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) secara cuma-cuma kepada 40 industri kecil menengah (IKM) atau 40 komiditi yang ada di Kota Tangsel dalam waktu dekat ini.

BACA :  Belasan Ribu Buku Disediakan Perpustakaan Saidja Adinda

Label halal, izin edar dan desain kemasan produk gratis ini, terutama akan diberikan kepada IKM yang bergerak di bidang kerupuk, kacang sangrai, kue kering, dan sebagainya.

Demikian dikatakan Kepala Bidang Disperindag Kota Tangerang Ferry Faycun saat ditemui di ruang kerjanya oleh wartawan, termasuk wartawan Banten Hits.com, Selasa (11/6/2013).

“Disperindag akan memfasilitasi kemasan desain yang bagus untuk mereka, dengan dicantumkannya label halal di kemasan tersebut. Sehingga, jika kemasan dan izin edar serta sudah dicantumkannya label halal, maka bisa dijual atau masuk ke Supermarket yang ada di Tangsel ini,” ungkapnya.

Program gratisan bagi para IKM ini, menurut Ferry, sudah dianggarkan dari APBD sebesar Rp 5-6 Juta untuk satu IKM dalam pembuatan izin edar, halal food dan produk kemasan.

BACA :  RSKM Cilegon Buka Layanan Rapid Test untuk Masyarakat; Harganya Rp500 - Rp2 Juta

Sementara itu, menurut Kepala Disperindag Kota Tangsel Muhamad, tidak hanya di tahun 2013 ini saja IKM diberikan bantuan, sebelumnya 40 usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Kota Tangsel sudah memiliki sertifikat halal. 

“Ada 40 UMKM yang telah kami bantu mengurus surat sertifikasi halal tanpa dipungut biaya,” ujarnya.

Muhamad mengatakan, proses dilakukan untuk memastikan bahwa produk yang dipasarkan memang sesuai dengan standar. Diantaranya pemeriksaan tempat produksi oleh tim pengawas, pemeriksaan bahan baku kandungannya pun dilaksanakan. Selanjutnya baru diberikan legalitas sertifikasi halal.

“Undang-undang Nomor 7 Tahun 1996 tentang pangan mewajibkan untuk mencantumkan label halal. Memang diakui untuk mengurus sertifikat halal tersebut tidak murah. Karena itu kami bantu menggratiskan agar produk yang dipasarkan oleh usaha mikro kecil dapat bersaing dipasar dengan label halal yang memberikan jaminan pada konsumen,” tambahnya.

BACA :  Tinjau Seleksi PPPK di SMAN 1 Rangkasbitung, Ini Pesan Bupati Iti 

Tidak hanya membantu proses pemberian label halal, pihaknya kata Muhamad juga mengatakan telah melaksanakan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang perlindungan konsumen soal pengawasan peredaran barang dan jasa. Setidaknya sudah ada 20 mini market yang beroperasi di sejumlah wilayah Kota Tangsel diawasi dalam hal barang yang dipasarkan.(Rus)



Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terpopuler