Connect with us

METROPOLITAN

Layanan Akta Lahir di Tangsel Disebut tanpa Pungli

Published

on

Banten Hits.com– Kota Tangerang Selatan (Tangsel) menjadi satu dari tiga kota yang mendapat predikat kota pelayanan terbaik dalam hal pengurusan akta kelahiran. Dua kota lainnya yang mendapat predikat sama adalah Tebing Tinggi dan Bangka.

Peneliti Senior dari Institut Kewarganegaraan Indonesia (IKI) mengatakan hal tersebut Senin (24/6/2013). Menurutnya, pelayanan akta kelahiran massal di Kota Tangerang Selatan tak terjadi pungli sedikit pun. Itulah yang menjadi salah satu pertimbangan dasar.

Banten Hits.com– Kota Tangerang Selatan (Tangsel) menjadi satu dari tiga kota yang mendapat predikat kota pelayanan terbaik dalam hal pengurusan akta kelahiran. Dua kota lainnya yang mendapat predikat sama adalah Tebing Tinggi dan Bangka.

BACA :  Bersama TNI, Distan Lebak Lakukan Tanam Serempak

Peneliti Senior dari Institut Kewarganegaraan Indonesia (IKI) mengatakan hal tersebut Senin (24/6/2013). Menurutnya, pelayanan akta kelahiran massal di Kota Tangerang Selatan tak terjadi pungli sedikit pun. Itulah yang menjadi salah satu pertimbangan dasar.

“Selain itu kami melakukan penilaian terhadap cara penjaringan yang dilakukan pemerintah daerah untuk mengajak warga yang belum memiliki akta untuk mengurus,” ucapnya.

Pelaksanaan pembuatan akta kelahiran secara massal ini, gencar dilakukan menyusul terbitnya keputusan Mahkamah Konstitusi (MK), yang menghapuskan aturan soal kepengurusan akta kelahiran yang melebihi satu tahun harus berdasar putusan pengadilan.

Sementara itu, Ketua III IKI Saifullah Mashum menambahkan, berdasarkan data nasional tahun 2010 jumlah warga yang belum memiliki akta kelahiran mencapai 30 juta jiwa.

BACA :  Ternyata Ada Narapidana Lakukan Ini pada Instalasi Listrik sebelum Kebakaran Maut di Lapas Kelas 1 Tangerang

“Data itu belum tentu valid, karena berdasarkan perhitungan kami warga Indonesia yang belum memiliki akta kelahiran mencapai 70 juta jiwa,” ucapnya.

Menurut Saifullah, pemerintah pusat harus mengubah aturan pembuatan akta kelahiran. Yang semula berdasar peristiwa menjadi domisili.

“Ini diatur dalam undang-undang nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak bahwa setiap anak berhak atas nama dan kewarganegaraan,” ucapnya.

Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Tangsel, Toto Sudarto, mengatakan saat ini di Kota Tangsel terdata ada 49.000 warga yang belum memiliki akta kelahiran.

“Kami berikan pembuatan akta gratis. Dalam satu hari langsung jadi. Target kami, tahun 2016 seluruh warga Tangsel sudah memiliki akta kelahiran,” ucapnya.(Rus)

BACA :  Disatroni Orang Tua Siswa dan Kades, SMAN 1¬†Cibadak Sepakat Tambah Kuota Penerimaan



Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *




Terpopuler