Connect with us

METROPOLITAN

Cegah DBD, Nyamuk Jantan Dimandulkan

Published

on

Banten Hits.com– Nyamuk aedes aegypti yang dikenal sebagai penyebar virus demam berdarah dengue (DBD) takkan lagi dibasmi dengan menggunakan obat semprot pembunuh nyamuk atau sejenisnya. Sebuah temuan tekhnologi menyebutkan, nyamuk jantan aedes aegypti bisa dimandulkan supaya dia tak mampu membuahi nyamuk betina, hingga akhirnya nyamuk betina yang tak bertelur akan mati.

Temuan tekhologi inilah yang digunakan Dinas Kesehatan Kota Tangerang Selatan, untuk meminimalisir dan mencegah DBD.

Banten Hits.com– Nyamuk aedes aegypti yang dikenal sebagai penyebar virus demam berdarah dengue (DBD) takkan lagi dibasmi dengan menggunakan obat semprot pembunuh nyamuk atau sejenisnya. Sebuah temuan tekhnologi menyebutkan, nyamuk jantan aedes aegypti bisa dimandulkan supaya dia tak mampu membuahi nyamuk betina, hingga akhirnya nyamuk betina yang tak bertelur akan mati.

BACA :  Ini Respons Dinas Pendidikan Pandeglang soal Buku SD tentang Yerusalem Ibu Kota Israel

Temuan tekhologi inilah yang digunakan Dinas Kesehatan Kota Tangerang Selatan, untuk meminimalisir dan mencegah DBD.

Pemandulan nyamuk jantan aedes aegypti ini dilakukan dengan cara menangkap hidup-hidup nyamuk jantan itu, kemudian menyuntiknya dengan menggunakan isotop. Nyamuk yang telah disuntik isotop ini, kemudian dilepas kembali.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang Selatan Dadang M.Epid mengatakan, nyamuk jantan yang dilepas itu tidak bisa membuahi nyamuk betina. Akibatnya, nyamuk betina tak bisa menghasilkan telur dan akan mati dengan sendirinya.

Secara teknis, nyamuk jantan dimandulkan dengan diberi paparan radiasi sinar gamma sebesar 70 gray. Nyamuk dimasukkan dalam tabung-tabung kaca berukuran sama dan diletakkan dalam jarak tertentu dari sumber radiasi. Dua menit saja, ratusan hingga ribuan nyamuk menjadi mandul karena kerja sperma mereka terganggu.

Nyamuk-nyamuk itu kemudian dilepaskan di rumah-rumah penduduk dengan perbandingan sembilan nyamuk jantan mandul per satu ekor nyamuk di tiap rumah. Artinya, jika ditemukan lima ekor nyamuk, ada 45 nyamuk jantan dilepaskan.

BACA :  Sachrudin: PPID Harus Siap Hadapi Permohonan Informasi dari Masyarakat

Nyamuk-nyamuk mandul hanya akan mengganggu populasi nyamuk aedes aegypti karena telur-telur yang dihasilkan nyamuk betina tidak akan terbuahi. Secara teori, otomatis jumlahnya di alam akan berkurang.

“Radiasi isotop tidak berbahaya. Hasilnya lebih akurat dan biayanya lebih murah. Juga lebih aman dibanding dengan teknologi sinar-X,” ungkap Dadang M.Epid.

Menurut Dadang, metode isotop sudah dilakukan di berbagai daerah. Di antaranya, Banjarnegara, Bangka Belitung, Salatiga dan Salatiga. Selain itu, dengan penggunaan tekhnologi isotop biayanya lebih murah. Selain itu, lebih efisien dibandingkan dengan fogging atau pengasapan.

“Sehingga populasi nyamuk betina akan habis. Ingat, hanya nyamuk betina yang mau menggigit manusia. Nyamuk jantan tidak mau,” ucapnya.

BACA :  Jokowi Akan Hadiri Milad ke-100 dan Muktamar ke-19 Mathla'ul Anwar

Setiap tahun Dinkes Kota Tangsel menyiapkan dana Rp 800 juta untuk menangani DBD. Segala cara sudah dilakukan. Mulai dari fogging sampai menggalakkan program 3 M (Menguras, Menutup, Mengubur). Namun, penurunan penderita DBD tidak signifikan.

“Tahun ini bakal kami terapkan tehnologi isotop untuk menekan angka Demam Berdarah Dengue (DBD). Kami berharap setelah menggunakan tehnologi isotop angka DBD terus menurun,” terangnya.

Diketahui, hingga Mei ini, kasus wabah penyakit yang berasal dari nyamuk ini sebanyak 293. Hasil inventarisir Dinas Kesehatan setempat soal DBD di Kecamatan Ciputat Timur ada 32 kasus, Setu 13, Serpong 36, Serpong Utara 39, Pondok Aren 71, Pamulang 50 dan Ciputat 52 kasus.

“Dibanding tahun kemarin dibulan yang sama malah menurun kasusnya,” ucapnya.(Rus)



Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terpopuler