Connect with us

METROPOLITAN

Berbagai Larangan di Tangsel Selama Ramadan

Published

on

Banten Hits– Pemerintah Kota Tangerang Selatan melalui Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Tangerang Selatan, menjelang Ramadan yang hanya tinggal lima hari lagi, mulai memperketat ketentuan untuk rumah makan, tempat hiburan, juga mini market.

Pengetatan ketentuan ini meliputi jam operasional untuk rumah makan, larangan memperdagangkan minuman keras bagi mini market, dan larangan penutupan aktivitas selama satu bulan penuh bagi pengelola tempat hiburan.

Kepala Satpol PP Kota Tangerang Selatan Sukanta yang ditemui wartawan termasuk di dalamnya wartawan Banten Hits mengatakan, seluruh pelarangan tersebut, sangatlah beralasan karena pihaknya berpacu pada Perda penyelenggaraan pariwisata dan Perda ketentraman dan ketertiban di Kota Tangerang Selatan.

BACA :  Sebut Pencemaran di Pandeglang Tinggi, BLHD Butuh Polisi Lingkungan Hidup

“Kami akan berusaha melakukan sosialisasi kepada pemilik mini market agar tak berjualan minuman keras selama bulan Ramadan nanti. Selain itu, kami juga melarang beroperasinya tempat hiburan, baik siang maupun malam hari selama bulan Ramadan,” jelas Sukanta.

Dikatakan Sukanta, penerapan jam operasional rumah makan dan larangan menjual minuman keras bagi mini market, serta penutupan operasional tempat hiburan ini, sosialisasinya sudah dilakukan sejak seminggu lalu.

“Kami selalu melakukan pemberitahuan tiap malamnya kepada para pemilik maupun pengelola mini market, rumah makan, dan tempat hiburan di Kota Tangsel,” ujarnya.

Menurut Sukanta, larangan operasional bagi tempat hiburan ini tak berlaku bagi tempat hiburan yang berada di dalam hotel. Sementara, rumah makan, restoran, dan warteg hanya bisa beroperasi di atas jam 12 siang hingga dini hari menjelang waktu imsak.

BACA :  Amuk Massa di Jalan Raya Tonjong-Pamengkang Serang, Dump Truk Dibakar

“Ini bukan aturan baru, saya berharap mereka mampu menaatinya. Selama sosialisasi kemarin, para pengusaha maupun pengelola itu juga mau mengerti,” ujarnya.

Meski sosialisasi pembatasan jam operasional dan larangan penjualan miras sudah dilakukan, ternyata surat edaran dari Pemerintah Kota Tangerang sendiri terkait hal itu masih belum turun.Untuk itu, Sukanta meminta, agar surat edaran segera diturunkan oleh Pemerintah Kota Tangsel.(Rus)



Terpopuler