Connect with us

METROPOLITAN

Ini Dia Beaya Sewa Reklame di Tangsel

Published

on

 

Banten Hits.com– Pemerintah Kota Tangerang Selatan telah menetapkan harga sewa pemasangan reklame di seluruh titik yang disediakan di Kota Tangerang Selatan. Harga sewa pemasangan reklame itu, ditetapkan dalam Penetapan Nilai Strategi Pemasangan Reklame (NSPR) di Kota Tangerang Selatan, yang diatur dalam Peraturan Wali Kota Tangerang Selatan Nomor 78 Tahun 2011 tentang nilai sewa reklame.

Dalam NSPR tersebut, setiap koridor jalan mempunyai nilai sewa reklame yang berbeda-beda.

Demikian disampaikan Kepala Bidang Pendapatan non PBB dan BPHTB Kota Tangerang Selatan Chusnul Amanah, selepas sosialisasi Peraturan Walikota Tangsel Nomor 78 Tahun 2011 tentang nilai sewa reklame, Rabu (3/7/2013).

Tidak hanya NSPR yang diatur setiap koridornya, namun pengusaha reklame diwajibkan mengasuransikan reklamenya demi keselamatan bersama.

BACA :  Peringati Hari Santri 2019, ASN di Lebak Diimbau Kenakan Pakaian Ala Wakil Presiden Ma'ruf Amin

Chusnul menjelaskan, untuk jalan negara atau Tol NSPRnya sebesar Rp 300 ribu permeter/tahun, jalan provinsi sebesar Rp 275 ribu permeter/tahun, jalan kota sebesar Rp 250 ribu permeter/tahun, jalan desa, jalan lingkungan dan lainnya sebesar Rp 225 ribu permeter.

“Setiap jalan mempunyai nilai kormesil yang berbeda-beda, sehingga harganya pun berbeda setiap reklame satu dengan lainnya baik di Jalan Raya Serpong maupun Ciputat, karena kelas jalannya pun berbeda,” ungkapnya.

Chusnul menyontohkan di jalan provinsi di wilayah Jalan Raya Jombang, sebuah reklame atau billboard dengan ukuran 4 m x 6 m dengan satu sudut pandang dengan materi billboard selular dengan masa waktu satu tahun akan dikenalan pajak pertahun sebesar Rp 1,5 juta. Dengan perhitungan NSPR ditambah Nilai Jual Obyek Pajak Reklame (NJOPR).

BACA :  KPU Bungkam Soal Kericuhan Pemilu Raya UNMA Banten

Lanjutnya, untuk tarif pajak reklame yang dikenakan bagi pemilik atau pemasang reklame berdasarkan Peraturan Daerah (Perda) No 7 tahun 2010 tentang pajak reklame besaran tarif pajak reklame sebesar 25 persen.

Pajak reklame tersebut tidak termasuk atau tidak dikenakan bagi objek pajak reklame dengan ketinggian 0-8 m luas tidak lebih dari 1 meter persegi; ketinggian 8,1-16 luas tidak lebih dari 1,5 meter persegi; ketinggian 16,1-24 luas tidak lebih dari 2 meter persegi; ketinggian kurang dari 24 tidak dikenakan objek pajak reklame.

Sedangkan untuk reklame berupa iklan rokok atau minuman keras, lebih mahal dibandingkan lainnya, dikarenakan ada penambahan sebesar 25 persen dari pajak yang seharusnya.

“Penambahan pajak 25 persen ini untuk rokok dan minuman berakohol dikarenakan rokok mempunyai dampak negatifnya, sehingga pajaknya lebih tinggi, dikarenakan ada fungsi pajak yang mengatur terkait masalah ini,” jelasnya.

BACA :  Erwan Kurtubi Siap Ramaikan Bursa Cagub Banten 2017

Sedangkan untuk reklame yang berada didalam ruangan, pajaknya dikurangi 25 persen dari seharusnya.

Chusnul pun menambahkan, NSPR ini sudah berlaku sejak 2011 lalu.

”Kami hanya mengingatkan kembali kepada wajib pajak pemasang reklame terkait dengan aturan reklame ini,” ungkapnya.(Rus)



Terpopuler