Connect with us

EKONOMI & BISNIS

Jelang Puasa Harga Daging Tembus 100 Ribu

Published

on

Banten Hits.com – Menjelang bulan puasa, harga daging dan ayam di sejumlah pasar tradisional di Kota Tangerang melonjak drastis.

Selama sepekan, kenaikan sudah dua hingga enam kali terjadi. Mahalnya dua komoditas itu selain membuat para pedagang bingung, pembeli juga tujuh keliling.

Berdasarkan pantauan di Pasar Saraswati Ciledug Kota Tangerang, harga daging ayam ukuran sedang yang sebelumnya berkisar Rp. 28 ribu per ekor, kini mencapai Rp. 36 ribu hingga Rp. 50 ribu per ekor.

Banten Hits.com – Menjelang bulan puasa, harga daging dan ayam di sejumlah pasar tradisional di Kota Tangerang melonjak drastis.

Selama sepekan, kenaikan sudah dua hingga enam kali terjadi. Mahalnya dua komoditas itu selain membuat para pedagang bingung, pembeli juga tujuh keliling.

BACA :  Benyamin Davnie: Kenaikan BBM Picu Bertambahnya Warga Miskin di Tangsel

Berdasarkan pantauan di Pasar Saraswati Ciledug Kota Tangerang, harga daging ayam ukuran sedang yang sebelumnya berkisar Rp. 28 ribu per ekor, kini mencapai Rp. 36 ribu hingga Rp. 50 ribu per ekor.

Sedangkan harga daging sapi kini mencapai Rp. 95 ribu hingga Rp. 100 ribu per kilogram dari sebelumnya Rp. 80 ribu.

Tingginya harga dua komoditas itu dikeluhkan sejumlah pedagang, lantaran omset mereka menurun drastis karena sepinya pembeli.

“Selama sepekan¬† ayam potong naik enam kali, dah gitu barangnya susah lagi,” ujar Tresna salah seorang pedagang ayam kepada Banten Hits.com.

Menurut Tresna kenaikan harga daging ayam sudah enam kali terjadi. Terhitung sejak menjelang kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) hingga menjelang keputusan pengumuman harga BBM naik.

BACA :  Musim Hujan Bawa Berkah Bagi Penjual Jas Hujan

“Gara-gara harganya terus melambung, saya akhirnya terpaksa mencari ayam hingga di ke pelosok Jabodetabek,” ungkapnya.

Hal serupa juga dikeluhkan para penjual daging sapi yang mengaku kenaikan sudah terjadi sebanyak dua kali.

“Jelang puasa ini harga daging terus melonjak. Penghasilan saya jadi turun hingga 20 persen,” ujar Gani, salah seorang penjual daging sapi.

Bukan saja pedagang yang mengeluhkan mahalnya dua komoditas itu. Pembeli pun dibuat tujuh keliling.

Murni, misalnya. Gara-gara harga daging ayam dan sapi mahal, dirinya terpaksa tidak jadi membeli dua komoditas itu. Padahal menurutnya menjelang bulan puasa ini kedua barang itu sangat dibutuhkan baik sebagai menu makanan maupun antaran ke keluarga besarnya.

BACA :  Buka Bazar Murah, Pjs Bupati Tangerang Berharap Stabilkan Harga Sembako

“Mau munggahan dan silaturahmi ke rumah orang tua terpaksa dengan menu seadanya,” keluhnya. (Taufik)




Photos

  • Videos


  • Video Redaksi
    Video Redaksi
    Video Redaksi
    Video Redaksi
    1 of 3
    Video Redaksi
    2 of 3
    Video Redaksi
    3 of 3
  • Advertisement
    Click to comment

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    fifteen − 2 =

    Terpopuler