Connect with us

METROPOLITAN

Puluhan Buruh PT. MUS Demo Tuntut Pesangon

Published

on

Banten Hits.com – Puluhan buruh PT. Mandiri Union Sejati (MUS), Balaraja, Kabupaten Tangerang, menggelar aksi unjuk rasa, Selasa (09/07).

Buruh menuntut uang pesangon dibayarkan setelah menjadi korban pemutusan hubungan kerja (PHK) sepihak oleh perusahaan pengolahan besi ini.

Dalam aksinya, para buruh membawa berbagai macam poster berisi tuntutan, antara lain berbunyi; PT MUS Perusahaan Bodong, Kami Bukan Romusa di Zaman Penjajahan, PT. MUS Perusahaan Kapitalis dan Penuhi Tuntutan Kami.

Banten Hits.com – Puluhan buruh PT. Mandiri Union Sejati (MUS), Balaraja, Kabupaten Tangerang, menggelar aksi unjuk rasa, Selasa (09/07).

Buruh menuntut uang pesangon dibayarkan setelah menjadi korban pemutusan hubungan kerja (PHK) sepihak oleh perusahaan pengolahan besi ini.

BACA :  76 Napi di Rutan Rangkasbitung Dapat Remisi Tahun 2017

Dalam aksinya, para buruh membawa berbagai macam poster berisi tuntutan, antara lain berbunyi; PT MUS Perusahaan Bodong, Kami Bukan Romusa di Zaman Penjajahan, PT. MUS Perusahaan Kapitalis dan Penuhi Tuntutan Kami.

Para buruh yang semuanya pria ini juga menggelar mimbar bebas persis di depan pintu gerbang pabrik dengan dikawal ketat petugas kepolisian.

Bonjan, salah seorang perwakilan buruh menjelaskan, aksi unjuk rasa yang digelar sebagai bentuk kekecewaan para buruh, setelah di PHK secara sepihak oleh pihak perusahaan, tapi hak-hak normatif mereka tidak dibayarkan. Padahal mereka rata-rata sudah bekerja lebih dari 5 hingga 10 tahun.

“Kita di PHK secara sepihak dan tidak mendapat uang pesangon. Makanya kita menuntut supaya perusahaan membayar hak-hak kita,” ujarnya.

BACA :  FTB Tularkan "Virus" Peduli Lingkungan pada Masyarakat Kota Tangerang

Menurut Bonjan, di PT. Mandiri Union Sejati sering terjadi kecelakaan kerja. Kecelakaan terjadi lantaran pihak perusahaan tidak memberlakukan standar keselamatan kerja bagi para karyawannya.

Untuk itu ia bersama buruh lainnya menuntut supaya perusahaan juga membayarkan uang keselamatan dan kesehatan kerja (K3), terutama kepada karyawannya yang menjadi korban dan bahkan hingga tewas.

Menyikapi aksi unjuk rasa yang digelar puluhan karyawan, pihak manajemen PT. Mandiri Union Sejati sendiri membantah jika perusahaan telah melakukan PHK secara sepihak. Alasannya pihak perusahaan telah melayangkan surat pemberitahuan tentang mutasi dan rotasi.

“Kita tidak mem-PHK secara sepihak. Sebelumnya kita sudah memberi surat pemberitahuan mutasi dan rotasi pekerjaan kepada ke 32 pekerja. Dan kita juga sudah menawarkan mereka untuk kerja kembali,” jelas Aat salah seorang perwakilan manajemen PT. Mandiri Union Sejati saat dimintai konfirmasi.

BACA :  Delay, Ratusan Penumpang Lion Air Terlantar di Bandara Soetta

Tentang sering terjadinya kecelakaan kerja dan bahkan hingga menimbulkan korban jiwa, Aat  mengaku pihaknya telah memberikan biaya pengobatan hingga sembuh.

Bahkan ia mengklaim pihak perusahaan telah menyiapkan dana K3 sebesar Rp 300 juta kepada setiap karyawan yang mengalami kecelakaan kerja. (Ramzy)



Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terpopuler