Connect with us

METROPOLITAN

Pemudik Mulai Padati Terminal Bayangan

Published

on

Banten Hits.com– Delapan hari menjelang Idul Fitri, sejumlah pemudik mulai memadati terminal bus bayangan yang berada salah satunya berada di Jalan Raya Serang, KM 10, Kampung Bitung, Desa Kadu, Kecamatan Curug, Kabupaten Tangerang.

Para pemudik memilih mudik di H-8 untuk menghindari kepadatan di dalam bus, juga supaya tak terjebak dalam kemacetan arus mudik yang diprediksi akan terjadi pada tiga hari ke depan.

Susanto (45), salah seorang pemudik yang menuju Kabupaten Kuningan, Jawa Barat menuturkan, dia dan keluarga sengaja memilih mudik awal pada H-8, supaya bisa menghindari gelombang puncak mudik. Biasanya pada saat puncak mudik terjadi, selain lalu lintas padat, juga akan susah mendapatkan bus.

BACA :  Pemkot Tangsel Jamin Hak-hak Anak Terpenuhi

Banten Hits.com– Delapan hari menjelang Idul Fitri, sejumlah pemudik mulai memadati terminal bus bayangan yang berada salah satunya berada di Jalan Raya Serang, KM 10, Kampung Bitung, Desa Kadu, Kecamatan Curug, Kabupaten Tangerang.

Para pemudik memilih mudik di H-8 untuk menghindari kepadatan di dalam bus, juga supaya tak terjebak dalam kemacetan arus mudik yang diprediksi akan terjadi pada tiga hari ke depan.

Susanto (45), salah seorang pemudik yang menuju Kabupaten Kuningan, Jawa Barat menuturkan, dia dan keluarga sengaja memilih mudik awal pada H-8, supaya bisa menghindari gelombang puncak mudik. Biasanya pada saat puncak mudik terjadi, selain lalu lintas padat, juga akan susah mendapatkan bus.

BACA :  'Petugas Suntik' Vaksin Covid-19 Mulai Menyebar ke Pasar-pasar Kab. Tangerang; Incar Pedagang dan Pegawai

“Saya sengaja milih hari ini mudik biar enggak kena macet. Karena kalau sudah mendekati lebaran pasti macet,” ujarnya saat ditemui Banten Hits.com, Kamis (1/8/2013).

Sementara, meski belum ada edaran dari kementerian perhubungan mengenai kenaikan tarif angkutan mudik, namun sejumlah armada angkutan mudik sudah mulai menaikan tarif.

Menurut Susanto, untuk keberangkatannya ke Kuningan dirinya dikenakan tarif Rp 175 ribu. Padahal tarif biasanya jauh di bawah harga itu.

“Ini aja saya beli hari ini pakai Bogor Indah, dapatnya Rp 175 ribu. Padahal kemarin pas mau mesen masih Rp 145 ribu,” Jelas Susanto

Berdasarkan pengalaman pada tahun-tahun sebelumnya, menurut pria yang tinggal di Pasir Gadung, Kecamatan Cikupa ini, kenaikan tarif bus terjadi setiap hari. Puncak kenaikan akan terjadi saat mendekati Idul Fitri.(Rus)

BACA :  Disnakertrans Banten Cari Formulasi Penanganan Pengangguran



Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terpopuler