Connect with us

EKONOMI & BISNIS

Pembangunan RSUD Kota Tangerang Tinggal 10 Persen

Published

on

Banten Hits.com – Proyek pembangunan rumah sakit tanpa kelas, RSUD milik Pemerintah Kota Tangerang, saat ini sudah hampir rampung. Proses pembangunannya sudah mencapai 90 persen dan tengah memasuki tahap finishing (penyelesaian-red).

Pelaksana Tugas (Plt) Sekda Kota Tangerang, Mohammad Rakhmansyah mengemukakan, sesuai komitmen, Pemkot Tangerang terus tengah berupaya supaya proyek pembangunan rumah sakit yang menelan anggaran sekitar Rp 115 Milyar ini bisa diselesaikan sesuai jadwal yang telah ditentukan.

Banten Hits.com – Proyek pembangunan rumah sakit tanpa kelas, RSUD milik Pemerintah Kota Tangerang, saat ini sudah hampir rampung. Proses pembangunannya sudah mencapai 90 persen dan tengah memasuki tahap finishing (penyelesaian-red).

Pelaksana Tugas (Plt) Sekda Kota Tangerang, Mohammad Rakhmansyah mengemukakan, sesuai komitmen, Pemkot Tangerang terus tengah berupaya supaya proyek pembangunan rumah sakit yang menelan anggaran sekitar Rp 115 Milyar ini bisa diselesaikan sesuai jadwal yang telah ditentukan.

“Kita berharap pekerjaan finishing ini dapat cepat selesai,” ujar Mohamad Rakhmansyah sebagaimana rilis yang diterima Banten Hits.com dari Plt. Kepala Bagian Humas dan Protokol Pemkot Tangerang, Amal Herawan.

Plt. Sekda yang baru seminggu menjabat ini juga meninjau proyek pembangunan RSUD sekaligus menggelar rapat bersama SKPD terkait di RSUD Kota Tangerang.

Dalam rilis, Rahmansyah memerinci pekerjaan finishing yang tengah dilakukan oleh pihak pelaksana proyek, antara lain berupa penyediaan sarana dan prasarana seperti pekerjaan gardu listrik, air bersih, instalasi pembuangan air limbah (IPAL), sarana parkir  dan infrastruktur jalan menuju RSUD.

“Pekerjaan ini telah ditargetkan oleh pihak pelaksana proyek akan selesai di minggu pertama bulan Oktober 2013,” ujarnya lagi sebagaimana dijelaskan dalam rilis.

Mengenai persiapan alat-alat kesehatan, Rakhmansyah mengaku proyek pengadaan (lelang-red) alat-alat tersebut sudah selesai. Ia menyebutkan seperti poli gigi, poli anak dan kebidanan.

Namun, lanjut Rakhmansyah alat-alat tersebut belum bisa dipasang di ruang pemeriksaan karena belum tersedianya listrik dan air bersih.

Kendati demikian, Rahmansyah menjelaskan  ada juga sebagian alat kesehatan dan obat-obatan yang masih dalam tahap proses lelang.

Rakhmansyah juga menambahkan bahwa untuk tenaga medis dan tenaga administrasi telah siap melakukan pelayanan kepada masyarakat.

Sementara itu, perwakilan pihak pelaksana proyek, Indra menyatakan bahwa pihaknya akan berupaya secepatnya melakukan penyelesaian pembangunan RSUD. Ia mengaku beberapa bulan lalu pekerjaan RSUD ini sempat terhambat oleh faktor cuaca.

“Hampir 60% musim hujan menghambat pekerjaan pembangunan,” ujar Indra sebagaimana rilis yang dikeluarkan oleh Plt. Kabag Humas dan Protokol Pemkot Tangerang, Senin (19/08).

Seperti diketahui, pembangunan RSUD Kota Tangerang menelan anggaran biaya sebesar Rp 115 milyar.

Pembangunan RSUD yang rencananya rampung pada Agustus tahun ini, dibangun di atas lahan seluas 14.000 m2/ 1,4 hektar. Luas bangunannya sendiri mencapai 15.630 m2.

Proyek pembangunan ini dilakukan melalui dua tahap anggaran, yaitu anggaran tahun 2012 dan 2013. Tahap I sebesar Rp. 44 milyar dan tahap II Rp. 71 milyar. Dengan total keseluruhan anggaran mencapai hingga 115 miliar.

Adapun bangunan meliputi 3 bagian, bagian I (5 lantai), bagian II (3 lantai) dan bagian III (2 lantai). Dengan kapasitas 30 ruang rawat inap dengan 120 tempat tidur.

Dengan struktur direncanakan untuk 8 lantai, bila dilakukan pengembangan dapat menampung 300 tempat tidur.

Terdapat 17 ruang poliklinik yang meliputi pelayanan spesialistik dasar, pelayanan spesialistik lainnya dan penunjang medik. Selain itu, pelayanan lainnya juga ditunjang dengan sarana ibadah serta kantin.

RSUD Kota Tangerang juga sudah merekrut sebanyak 453 pegawai yang terdiri dari tenaga medis seperti dokter dan bidan. Sedangkan sisanya untuk tenaga paramedik, yakni perawat, apoteker, dan terapi medik.

Sebanyak 453 pegawai itu diterima sebagai Pegawai Tidak Tetap (PTT) dan Tenaga Kerja Kontrak (TKK) RSUD Kota Tangerang. (Riani)

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

9 + 20 =

Trending