Connect with us

EKONOMI & BISNIS

Ada 2.478 Perusahaan di Tangsel

Published

on

Banten Hits.com– Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) mencatat ada 2.478 perusahaan di Kota Tangsel. Perusahaan tersebut kebanyakan bergerak di bidang perdagangan.

Banyaknya perusahaan di Kota Tangsel menurut Disperindag Kota Tangsel, adalah bisa dipahami mengingat Kota Tangsel merupakan kota perdagangan dan jasa. Hal itulah yang membuat Tangsel dibanjiri oleh investor.

Menurut Kepala Bidang Pengawasan Disperindag Kota Tangsel Irma Safitri, Senin (16/9/2013), meningkatnya jumlah perusahaan di Kota Tangerang Selatan ini berdampak positif dengan tingginya pendapatan asli daerah (PAD).

Banten Hits.com– Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) mencatat ada 2.478 perusahaan di Kota Tangsel. Perusahaan tersebut kebanyakan bergerak di bidang perdagangan.

Banyaknya perusahaan di Kota Tangsel menurut Disperindag Kota Tangsel, adalah bisa dipahami mengingat Kota Tangsel merupakan kota perdagangan dan jasa. Hal itulah yang membuat Tangsel dibanjiri oleh investor.

Menurut Kepala Bidang Pengawasan Disperindag Kota Tangsel Irma Safitri, Senin (16/9/2013), meningkatnya jumlah perusahaan di Kota Tangerang Selatan ini berdampak positif dengan tingginya pendapatan asli daerah (PAD).

Selain berdampak positif terhadap peningkatan pendapatan asli daerah (PAD), juga berdampak negatif yakni meningkatnya peredaran barang yang tidak sesuai dengan ketentuan berlaku. Misalnya, barang itu tidak memiliki izin edar, tidak mencantumkan Standar Nasional Indonesia (SNI), dan berbagai ketentuan lainnya.(Baca juga: Barang Ilegal di Tangsel Marak)
 
Kepala Bidang Pengawasan Disperindag Kota Tangsel Irma Safitri mengaku banyaknya perusahaan perdagangan membuat peredaran barang ilegal meningkat. Umumnya barang-barang tersebut berada di pasar tradisional maupun toko lainnya. Irma menjelaskan barang-barang yang beredar, namun menjalahi aturan merupakan produk-produk industri rumahan.
 
“Kita telah menyelusuri, dan hasilnya kebanyaan industri rumahan. Meskipun ada sebagian perusahaan yang produksinya di luar negeri,” katanya, saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (16/9/2013).(Rus)

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

thirteen − seven =

Trending