Connect with us

METROPOLITAN

Kasus Pengerusakan, Forpek Tak Percaya Penyidikan Polisi

Published

on

Banten Hits.com – Organisasi Masyarakat (Ormas) Forum Pembela Kebenaran (Forpek) Nusantara Banten menyatakan mosi tidak percaya terhadap penegakan hukum di wilayah Banten. 

Khusus terhadap penyelidikan dalam kasus pengerusakan sekretariat Forpek Nusantara, di Jalan Tb Suwandi, Kaloran Pena, Kota Serang, yang terjadi Jumat (20/9) pekan kemarin, Forpek bahkan mengeritik pedas soal tidak ditahannya pelaku pengerusakan.

Banten Hits.com – Organisasi Masyarakat (Ormas) Forum Pembela Kebenaran (Forpek) Nusantara Banten menyatakan mosi tidak percaya terhadap penegakan hukum di wilayah Banten. 

Khusus terhadap penyelidikan dalam kasus pengerusakan sekretariat Forpek Nusantara, di Jalan Tb Suwandi, Kaloran Pena, Kota Serang, yang terjadi Jumat (20/9) pekan kemarin, Forpek bahkan mengeritik pedas soal tidak ditahannya pelaku pengerusakan.

BACA :  Upacara HUT Kemerdekaan di Lebak Digelar Terbatas, Bupat Iti: Tetap Istiqomah

“Sudah hilang kepercayaan kami terhadap aparat penegak hukum di Banten, termasuk kepolisian. Saya kira jika penanganan hukum yang dilakukan polisi dengan tidak menahan dan membebaskan karena pelaku menyerahkan diri, bakal banyak pelaku kriminal di negara ini. Karena gampang, rusak rumah orang, bunuh orang, aniaya orang, lalu menyerahkan diri toh tidak ditahan bahkan dibebaskan,” cibir Ketua Forpek Nusantara, Tb Syamsudin F Mandala, Rabu (25/09).

Syamsudin menyayangkan langkah penyidik terhadap pelaku pengerusakan dan teror yang hingga kini masih berkeliaran. Kondisi juga ini, semakin menguatkan keyakinannya, bahwa tidak ada ketegasan hukum di Banten. Terlebih jika kasus pidana berkaitan langsung atau pun tidak langsung  petinggi di daerah.

BACA :  SMAN 3 Rangkasbitung Raih Juara LCC Koperasi Banten

“Kami meminta agar Kapolri segera bertindak terhadap bawahannya di Banten,” tandasnya.

Seperti diberitakan, polisi mengakui lima pendekar yang menjadi pelaku penyerangan dan pengerusakan sekretariat Organisasi Masyarakat (Ormas) Forum Pembela Kebenaran (Forpek) telah menyerahkan diri, Senin (23/9) malam sekitar pukul 20.00 WIB.

Namun sayang, kelima orang yang diakui Kapolres Serang AKBP Yudi Hermawan sebagai pendekar itu tidak ditahan dengan alasan kooperatif dan siap bertanggung jawab.

Kelima tersangka pengerusakan yang sempat menyerahkan diri dan tidak ditahan polisi, masing-masing diketahui berinisial, AN (23), FR (25), PA (26), AR (27) dan YK (26).

Sekretariat LSM Forpek Nusantara di Jalan Jayadiningrat, Kota Serang, Jumat (20/9) sore, diserang puluhan massa berseragam serba hitam.

BACA :  BPOM Banten Musnahkan Obat dan Makanan Ilegal

Dua kaca jendela pecah, satu set kursi tamu dan atribut forpek dibakar. Sekelompok pria misterius ini datang menggunakan 4 mobil serta sedikitnya 20 kendaraan roda dua.

Beberapa hari sebelumnya massa Forpek Nusantara diketahui mendemo kantor PT Buana Wardhana Utama (BWU), karena dianggap memonopoli proyek yang didanai dari APBD Banten. (Bud/Soed)



Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terpopuler