Connect with us

METROPOLITAN

11 Temuan BPK di Tangsel Berpotensi Korupsi

Published

on

11 TEMUAN BPK DI TANGSEL

FOTO Ilustrasi: Google.

Banten Hits.com– Dalam laporan hasil pemeriksaan keuangan atas laporan keuangan Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) tahun 2012, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI memperoleh 11 temuan.

Disebutkan dalam laporan BPK RI yang diterbitkan 5 Juni 2013 tersebut, 11 temuan itu akibat kelemahan dalam sistem pengendalian internal terhadap laporan keuangan Pemerintah Kota Tangsel. Dengan kata lain, 11 temuan ini berpotensi jadi penyelewengan.

Berikut 11 temuan BPK tersebut:

1. Pengendalian, pemungutan dan penyetoran retribusi pelayanan persampahan/kebersihan pada Dinas Kebersihan dan Pemakaman Kota Tangsel tidak memadai

2. Pengelolaan pajak air tanah tahun 2012 belum optimal

3. Pengelolaan sistem informasi dan tekhnologi informasi pada Pemerintah Kota Tangsel tidak memadai

BACA :  Wartawan Dianiaya Polisi, Kapolres Serang: Lain Kali ID Card Dipakai

4. KIB dan SKPD tidak sepenuhnya memberikan informasi yangb lengkap dan jelas serta belum ada mekanisme untuk mengakui pencatatan atas kapitalisasi aset

5. Penatausahaan konstruksi dalam pengerjaan tidak melalui rekonsiliasi

6. Pengelolaan Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Daerah tingkat SD pada Dinas Pendidikan Kota Tangsel belum optimal

7. Pengelolaan penyerahan kewajiban prasarana, sarana dan utilitas (Fasos Fasum) dari pengembang perumahan dan permukiman belum tertib

8. Pengelolaan retribusi IMB tidak menggunakan sistem pelayanan perijinan terpadu yang telah dibangun

9. Dokumen PHO/BASTP sebagai syarat pembayaran 100 persen atas beberapa pekerjaan tidak mencerminkan keadaan sebenarnya

10. Mekanisme penetapan HPS pada pengadaan alat-alat kesehatan rumah sakit serta sarana dan prasarana puskesmas tidak dapat menjamin diperolehnya harga yang ekonomis dan wajar

BACA :  Diduga Pengedar, Tiga Pemuda Diringkus Polsek Kelapa Dua

11. Dalam pembangunan/rehabilitasi bangunan pada Pemerintah Kota Tangsel belum dilengkapi dengan IMB dan terdapat pembangunan satu sekolah yang tidak sepenuhnya mempertimbangkan segi pengamanan aset.

Belum ada konfirmasi resmi dari Pemerintah Kota Tangerang Selatan terkait dengan 11 temuan BPK RI ini. Banten Hits.com sudah mencoba menghubungi Wali Kota Tangsel Airin Rachmi Diany namun masih belum mendapat jawaban. (Rus)



Darusssalam Jagad Syahdana mengawali karir jurnalistik pada 2003 di Fajar Banten--sekarang Kabar Banten--koran lokal milik Grup Pikiran Rakyat. Setahun setelahnya bergabung menjadi video jurnalis di Global TV hingga 2013. Kemudian selama 2014-1015 bekerja sebagai produser di Info TV. Darussalam JS, pernah menerbitkan buku jurnalistik, "Korupsi Kebebasan; Kebebasan Terkorupsi".

Terpopuler