Connect with us

METROPOLITAN

Dinkes Tangsel Bermasalah Sejak 2009

Published

on

Banten Hits.com– Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI sejak 2009 – 2012 selalu menyarankan supaya penjabat wali kota Tangerang Selatan (Tangsel) memberikan teguran atau sanksi kepada Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangsel yang dianggap lalai dan tidak cermat dalam melakukan pengendalian pengawasan pelaksanaan keuangan di dinasnya.

Namun pada kenyataannya, sejak 2009 – 2012, seperti disampaikan Suhendar, Wakil Koordinator Tangerang Public Transparency Watch (TRUTH) dalam siaran persnya, Pemerintah Kota Tangsel tetap mempertahankan jabatan Kepala Dinkes Tangsel oleh Dadang Mpid.

Banten Hits.com– Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI sejak 2009 – 2012 selalu menyarankan supaya penjabat wali kota Tangerang Selatan (Tangsel) memberikan teguran atau sanksi kepada Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangsel yang dianggap lalai dan tidak cermat dalam melakukan pengendalian pengawasan pelaksanaan keuangan di dinasnya.

BACA :  Hampir Setengah Penduduk Kota Serang Tak Punya Akta Kelahiran

Namun pada kenyataannya, sejak 2009 – 2012, seperti disampaikan Suhendar, Wakil Koordinator Tangerang Public Transparency Watch (TRUTH) dalam siaran persnya, Pemerintah Kota Tangsel tetap mempertahankan jabatan Kepala Dinkes Tangsel oleh Dadang Mpid.

Dalam data berupa laporan hasil pemeriksaan BPK RI, TRUTH menyebut, pada 2009 BPK RI menemukan empat temuan di Dinkes Tangsel dengan nilai Rp 1,7 miliar. Salah satu temuan menyebutkan, stok persediaan obat hingga Desember 2009 tidak bisa diyakini kebenarannya.

Tahun 2010, BPK RI kembali menemukan tiga temuan di dinas ini. Salah satu temuan menyebutkan tentang kekurangan volume atas pelaksanaan pekerjaan pembangunan RSUD Kota Tangsel. Kondisi tersebut menurut BPK, mengakibatkan kerugian negara.

BACA :  Anggotanya Anak-anak di Bawah Umur, Geng Katak Beracun Bunuh Satu Remaja dan Lukai Tiga Lainnya

Pada tahun 2011, temuan BPK di Dinas Kesehatan Kota Tangsel meningkat. Ada enam temuan BPK disebutkan dalam laporannya. Salah satu temuan menyebutkan tentang pemahalan harga atas pekerjaan pengadaan obat generik gentamisin salep kulit. Terkait temuan itu, BPK menyebut hal tersebut merugikan keuangan negara.

Jumlah temuan yang sama enam temuan di Dinas Kesehatan Kota Tangsel, kembali dilaporkan BPK pada tahun 2012. Salah satunya menyebutkan, realisasi anggaran Rp 233 juta lebih untuk 1 unit UPS untuk RSUD Kota Tangsel tidak bisa diyakini kebenarannya.

Sebelumnya, dalam siaran persnya TRUTH menyebutk jika Dinas Kesehatan Kota Tangsel sudah ‘langganan’ mendapatkan temuan BPK dalam setiap tahun laporannya. (Baca juga: Dinkes Tangsel ‘Langganan’ Temuan BPK)

BACA :  Pembangunan Sodetan Ciater Bikin Lalin Macet dari Jalan Raya Ciater hingga Kantor Pemkot Tangsel Macet

Beberapa temuan BPK tersebut menurut TRUTH dalam siaran persnya, diidentifikasi merugikan keuangan negara.(Rus)



Darusssalam Jagad Syahdana mengawali karir jurnalistik pada 2003 di Fajar Banten--sekarang Kabar Banten--koran lokal milik Grup Pikiran Rakyat. Setahun setelahnya bergabung menjadi video jurnalis di Global TV hingga 2013. Kemudian selama 2014-2015 bekerja sebagai produser di Info TV (Topaz TV). Darussalam JS, pernah menerbitkan buku jurnalistik, "Korupsi Kebebasan; Kebebasan Terkorupsi".

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *




Terpopuler