Connect with us

OPINI

Napak Tilas Lahirnya Bangsa Indonesia

Published

on

 

BantenHits.com – Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai sejarahnya, begitulah kutipan terkenal tentang bagaimana kita sebagai sebuah bangsa yang besar mengingat kembali memori dan kenangan perjuangan Founding Father bangsa kita yaitu bangsa  Indonesia.

Pada hakikatnya terbentuknya suatu bangsa didasari oleh sekelompok atau golongan masyarakat suku bangsa yang berkumpul di satu tempat atau

 yang sama, kemudian bersepakat membentuk suatu bangsa yang melandasi lahirnya sebuah Negara.

Jika dikaji lebih dalam tentang hakikat terbentuknya suatu bangsa secara umum adanya sebuah persamaan yaitu:

1. Persamaan Fisik (warna kulit, mata, rambut, dll)
2. Persamaan Bahasa
3. Persamaan Budaya
4. Persamaan Tanah yang didiami (daratan)

Hal tersebut berlaku bagi banyak Negara dan bangsa di seluruh penjuru bumi ini, seperti di kawasan benua Eropa, Amerika, Australia, dan Asia.

Tetapi jika kita kaji lebih dalam, bangsa kita terbentuk tidak seperti penjelasan di atas. karena disadari ataupun tidak, Negara Kesatuan Republik Indonesia terdiri dari berbagai macam suku bangsa, Bahasa, Budaya, dan daratan yang terpisah – pisah.

Lalu, faktor apakah yang menyebabkan masyarakat Indonesia dari Sabang sampai Merauke menjadi satu kesatuan Bangsa Indonesia ?

Harus kita ingat, bangsa kita telah mengalami proses dalam pencapaian terbentuknya suatu bangsa, proses tersebut adalah perjalanan sejarah bangsa Indonesia yang panjang. Berawal dari perkembangan kerajaan Hindu-Buddha di nusantara (NKRI), Taruma Nagara yang pernah menguasai sebagian pulau jawa bagian barat sampai Purwalingga (Purbalingga), Kerajaan Sriwijaya yang pernah menguasai Semenanjung Malaya dan bagian paling barat pulau jawa (pesisir pantai Banten), Kerajaan Majapahit yang menguasai hampir seluruh Nusantara (Sebagian Jawa, Semenanjung Malaya, Borneo, Sulawesi, dan Papua).

Perjalanan sejarah bangsa Indonesia tak luput dari perkembangan Kerajaan Islam di Nusantara (NKRI), Kesultanan Demak yang memerintah hampir seluruh Pulau Jawa dan sebagian tanah Borneo (Kalimantan Barat), Kesultanan Malaka yang memerintah Hampir seluruh Semenanjung Malaya, Kesultanan Banten yang mempunyai pengaruh sampai pesisir pantai Lampung, Kesultanan Gowa-Tallo yang memerintah Makasar, serta Kesultanan Ternate-Tidore yang memerintah kepulauan Maluku.

Proses terakhir dari faktor terbentuknya bangsa Indonesia dalam masa penjajahan Bangsa Asing atas Nusantara (NKRI).

Bangsa Portugis menjajah Malaka tahun 1511 serta pulau Maluku, Belanda menjajah seluruh Nusantara (NKRI) sejak tahun 1596, Prancis pernah secara tidak langsung menjajah Nusantara  (NKRI) tahun 1800 – 1806, Inggris yang pernah menjajah Pulau Jawa tahun 1808 – 1811, sampai penjajahan bangsa  kulit kuning (Jepang) tahun 1942 – 1945 setelah mengusir Belanda.

Kita perlu mengamati tiga tahapan proses perjalanan sejarah bangsa Indonesia, yaitu :
1. Adanya penguasaan oleh kerajaan Hindu-Buddha yang saling menguasai satu sama lainnya atas Nusantara.
2. Adanya pemerintahan Kesultanan Islam atas Nusantara dan juga ikatan Silaturahmi antar Kesultanan di Nusantara (pernikahan, bantuan dalam mempertahankan kedaulatan kesultanan Islam di Nusantara).
3. Adanya Penjajahan oleh Bangsa Asing terhadap seluruh Nusantara (NKRI) yaitu Belanda dan Jepang.

Kebangkitan Pribumi 1908 merupakan pristiwa yang fundamental sebagai proses lahirnya Bangsa Indonesia. Bangkitnya kaum Muda Intelektual wilyah Nusantara (NKRI) sebagai mesin penggerak Revolusi kemerdekaan Bangsa Indonesia menjadi penyulut adanya kesepakatan lahirnya Bangsa Indonesia.

Kongres Pemuda II yang dilaksanakan tanggal 27 – 28 Oktober 1928 merupakan pristiwa bersejarah bagi kaum muda intelektual Bangsa Indonesia dari seluruh wilayah Nusantara. Diketuai oleh Sugondo Joyopuspito dan dihadiri oleh para Founding Father NKRI sebagai anggota Kongres, serta pengamat dari pemuda Tionghoa yang bersepakat melahirkan Trilogi Pemuda yaitu Satu Nusa, Satu Bangsa, Satu Bahasa  Indonesia. Pristiwa tersebut dikenal sebagai Sumpah Pemuda.

Intisari yang dapat diambil adalah bahwasannya Bangsa Indonesia tidak lahir berdasarkan persamaan fisik, budaya, bahasa, dan tanah air yang sama (daratan yang sama). Bangsa Indonesia lahir dengan berbeda fisik, berbeda budaya, berbeda bahasa, dan tanah yang  terpisah-pisah, tetapi Bangsa Indonesia lahir karena adanya Persamaan nasib sebagai bangsa yang terjajah oleh bangsa Asing yaitu Belanda dan Jepang.

Sudah jelas dan gamblang, Bangsa Indonesia Lahir tanggal 28 Oktober 1928 yang merupakan rukh penggerak Revolusi Kemerdekaan Indonesia dan pendirian Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Perlu kiranya peran serta tindakan pemerintah dalam mensosialisasikan tentang lahirnya Bangsa Indonesia, karena masih banyak Kaum Muda Intelektual dewasa ini yang belum memahami atau tidak mengetahui tentang lahinya Bangsa Indonesia.

Hari ini, tanggal 28 Oktober, kita kembali memperingati hari Sumpah Pemuda yang merupakan tonngak penting dalam sejarah Indonesia yang menggambarkan kesatuan dan persatuan melalui hari Sumpah Pemuda. Bangsa Kita dulu, sekarang, dan yang akan dating akan tetap bersatu. Karena kita adalah Bangsa Indonesia yang Bhineka Tunggal Ika.

Penulis: Feri Hermawan, Pengurus Mahasiswa Pancasila (MAPANCAS) Kabupaten Lebak.

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

2 × 1 =

Trending