Connect with us

EKONOMI & BISNIS

Lahan Sempit, Perkembangan Properti di Tangsel Sulit

Published

on

Banten Hits.com – Investasi di Kota Tangsel dari tahun ke tahun diklaim kian meningkat. Seiring meningkatnya nilai investasi, Pemkot akan mengeluarkan kebijakan-kebijakan untuk memberikan kenyamanan usaha, baik investasi asing maupun dalam negeri.

“Diantaranya soal aturan penanaman modal dan juga akan dibentuk holding badan usaha yang bisa menjembatani kepentingan investor dengan pihak pemerintah,” ucap mantan Sekretaris Bappeda Kota Tangsel, Ayi Ruhiyat.

Banten Hits.com – Investasi di Kota Tangsel dari tahun ke tahun diklaim kian meningkat. Seiring meningkatnya nilai investasi, Pemkot akan mengeluarkan kebijakan-kebijakan untuk memberikan kenyamanan usaha, baik investasi asing maupun dalam negeri.

“Diantaranya soal aturan penanaman modal dan juga akan dibentuk holding badan usaha yang bisa menjembatani kepentingan investor dengan pihak pemerintah,” ucap mantan Sekretaris Bappeda Kota Tangsel, Ayi Ruhiyat.

BACA :  Jual Beras Berkutu, Operasi Pasar di Cilegon Dikeluhkan

Pernyataan berbeda malah diutarakan Kepala BP2T Tangsel, Dadang Sofyan. Dia menjelaskan, perkembangan properti di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) justru terganjal soal ketersediaan lahan. Karena itu konsep pembangunan kini diubah menjadi vertikal.

“Sekarang ini lahan kosong sudah sulit didapat, apalagi yang jumlahnya luas untuk pembangunan perumahan,” ucapnya.

Dadang mengemukakan, sekarang ini pembangunan properti di Tangsel memakai konsep pembangunan vertikal atau berbentuk apartemen. “Kalaupun ada lahan, harga tanahnya sudah sangat tinggi. Ini yang menjadi kendala bagi pengembang,” ujarnya.

Menurutnya, nanti di Kota Tangsel khususnya Serpong akan dipenuhi oleh bangunan berkonsep vertikal seperti apartemen. “Karena di daerah ini akan menjadi pusat bisnis, pendidikan, dan hiburan keluarga,” ucapnya.

BACA :  Harga Meroket, Pedagang Sayur Mulai Curangi Timbangan

Namun lanjut Dadang, yang bisa melakukan pembangunan perumahan adalah pengembang yang sudah memiliki land bank dalam jumlah besar sejak lama. “Kalau pengembang baru rasanya sudah sulit dapat lahan yang luas dan murah,” jelasnya. (Soed)



Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terpopuler