Connect with us

METROPOLITAN

Ada Unsur Politik di Kisruh SMPN 4 Tangsel?

Published

on

Banten Hits.com– Polemik terkait tudingan pungutan liar yang dilakukan pihak SMPN 4 Kota Tangerang Selatan (Tangsel), dianggap merupakan upaya politis yang dilakukan sekelompok orang.

Hal tersebut disampaikan Leonardo Sihombing, salah seorang warga Kota Tangerang Selatan saat mengomentari postingan berita Banten Hits.com berjudul, “Pemkot Tangsel tak Berdaya Hapuskan ‘Pungli’ di SMPN 4”. Berita tersebut diposting di grup Facebook DPRD Tangsel.

Banten Hits.com– Polemik terkait tudingan pungutan liar yang dilakukan pihak SMPN 4 Kota Tangerang Selatan (Tangsel), dianggap merupakan upaya politis yang dilakukan sekelompok orang.

Hal tersebut disampaikan Leonardo Sihombing, salah seorang warga Kota Tangerang Selatan saat mengomentari postingan berita Banten Hits.com berjudul, “Pemkot Tangsel tak Berdaya Hapuskan ‘Pungli’ di SMPN 4”. Berita tersebut diposting di grup Facebook DPRD Tangsel.

BACA :  Bazar Bahan Pokok Murah di Pandeglang Berikan Peluang kepada UKM

“Saya mencium ini (persoalan SMPN 4) sudah masuk ke ranah politik,” tulis Lenardo.

Dugaan Leonardo tersebut didasarkan pada fakta, bahwa selain menjabat sebagai Kepala Sekolah SMPN 4 Kota Tangsel, Rita Juwita juga aktif di lembaga di luar pendidikan. Namun Leonardo tak menyebut lembaga yang dimaksud.

“Kepala sekolah SMP Negeri 4 bukan hanya sebagai kepala sekolah saja tapi beliau aktif di lembaga lain, ” tulis Lenoardo kembali.

Sementara itu, senada dengan Leonardo Sihombing, anggota di grup Facebook DPRD Tangsel lainnya, Munifah Umar berkomentar, bahwa kisruh di SMPN 4 Tangsel ditumpangi oleh orang yang memiliki kepentingan.

“Biasalah, palingan ada orang-orang yang punya kepentingan di belakang minoritas orang tua murid yg menungganginya,” tulis Munifah.

Kisruh pungutan liar yang dilakukan pihak SMPN 4 Kota Tangerang Selatan (Tangsel) menuai beragam reaksi. Sejumlah pihak di Tangsel menuding, reaksi yang dilakukan Pemerintah Kota Tangsel dalam menyikapi persoalan di SMPN 4 Kota Tangsel dianggap berlebihan. (BACA JUGA: Sikap Pemkot Tangsel Terhadap SMPN 4 Dianggap Berlebihan)

BACA :  RSUD Kota Tangerang Buka Layanan Kesehatan Gratis di Festival Cisadane

Dinas Pendidikan Kota Tangerang Selatan (Tangsel), hari ini Senin (18/11/2013) melakukan pemanggilan terhadap puluhan guru dari SMPN 4 Kota Tangsel. Pemanggilan ini terkait pungutan Rp 300 ribu persiswa untuk tiap bulannya. (BACA JUGA: Hari Ini, Disdik Tangsel Panggil Guru-guru SMPN 4)

Menurut Kepala Dinas Pendidikan Kota Tangsel Mathodah yang dihubungi wartawan, Senin (18/11/2013), pemanggilan yang dilakukan pihaknya terhadap puluhan guru SMPN 4 Kota Tangsel itu adalah dalam rangka pembinaan.

Sebelumnya, Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) dibuat pusing oleh manajemen Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 4 yang masih terus memberlakukan pungutan bagi siswanya.

Dalam waktu dekat, Pemkot Tangsel melalui Dinas Pendidikan bakal melakukan tindakan tegas terhadap pihak sekolah. (BACA JUGA: Pemkot Tangsel tak Berdaya Hapuskan Pungli di SMPN 4)

BACA :  Dishub Razia di Jalan Panimbang-Tanjung Lesung, 8 Angkutan Barang Ditilang

Kepala Dinas Pendidikan Kota Tangsel Mathoda mengatakan pihaknya sudah mendapat beberapa kali aduan dan saran dari orangtua siswa SMP Negeri 4, terkait pungutan berkedok donasi sebesar Rp300 ribu per bulan yang diberlakukan pihak sekolah.Setiap mendapat aduan tersebut, pihaknya juga langsung melakukan tindakan.

“Memang bandel. Kita sudah beberapa kali mengirimkan surat teguran kepada pihak sekolah, namun tidak pernah digubris. Ke depan, kami akan mengambil langkah tegas untuk menggeser Kepala SMP Negeri 4 Kota Tangsel,” katanya. (Rus)

 

 



Darusssalam Jagad Syahdana mengawali karir jurnalistik pada 2003 di Fajar Banten--sekarang Kabar Banten--koran lokal milik Grup Pikiran Rakyat. Setahun setelahnya bergabung menjadi video jurnalis di Global TV hingga 2013. Kemudian selama 2014-2015 bekerja sebagai produser di Info TV (Topaz TV). Darussalam JS, pernah menerbitkan buku jurnalistik, "Korupsi Kebebasan; Kebebasan Terkorupsi".

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *




Terpopuler