Connect with us

METROPOLITAN

Amal Minta Ramon Papana Tandatangani Kwitansi Kosong

Published

on

Banten Hits.com– Pada tanggal 21 November 2012, Humas dan Protokol Kota Tangerang menyelenggarakan acara “Forum Kehumasan Pada Pemerintah Kota Tangerang” di Hotel Pramesthi, Cibogo, Puncak, Bogor, Jawa Barat.

Menurut Ramon Papana dalam siaran pers yang dikirim ICC Management, acara tersebut digagas oleh Kabag Humas Pemda Kota Tangerang Amal Herawan. Dalam acara itu, Ramon Papana hadir sebagai pembicara.

Banten Hits.com– Pada tanggal 21 November 2012, Humas dan Protokol Kota Tangerang menyelenggarakan acara “Forum Kehumasan Pada Pemerintah Kota Tangerang” di Hotel Pramesthi, Cibogo, Puncak, Bogor, Jawa Barat.

Menurut Ramon Papana dalam siaran pers yang dikirim ICC Management, acara tersebut digagas oleh Kabag Humas Pemda Kota Tangerang Amal Herawan. Dalam acara itu, Ramon Papana hadir sebagai pembicara.

Acara tersebut, kata Ramon, dihadiri oleh ratusan peserta yang terdiri dari camat, sekcam, dan kabag di lingkup Pemerintah Daerah Kota Tangerang.

BACA :  Usung Tema ‘Pati Hagni Pati Rahayu’, Final ARRF Challenge II 2018 Resmi Digelar

“Acara berlangsung sukses apalagi ketika dibagikan Diktat “Public Speaking” dan buku kiat tahap awal belajar stand up comedy Indonesia (Kitab Suci) karangan saya dan peserta di ‘tantang’ untuk melakukan stand up comedy,” tulis Ramon.

Untuk honor menjadi pembicara dalam kegiatan ini, Remon mengaku mendapatkan uang Rp 10 juta. Namun, untuk uang yang diterimanya tersebut, Ramon harus menandatangani kwitansi kosong oleh Amal Herawan.

Mengenai kwitansi kosong itu, kata Ramon, Amal Herawan mengatakan bahwa hal tersebut sudah biasa dilakukan di kalangan pemda. Amal menyampaikannya kepada Ramon Papana sambil senyum senyum.

Amal Herawan ketika dikonfirmasi Banten Hits.com seputar penandatanganan kwitansi kosong itu, dengan tegas membantah pernyataan itu.

BACA :  Massa Tolak 238 WNI dari Wuhan Bentrok dengan Aparat, Pesawat Batik Air yang Digunakan untuk Evakuasi Harus Alami Ini

“Tidak benar,” katanya.

Amal Herawan juga menantang Ramon Papana untuk melaporkan kasus tersebut, jika memang Ramon Papana merasa dibohongi atau tertipu olehnya dalam hal penggarapan buku “Lucunya Sang Walikota”. (BACA JUGA: Amal Tantang Ramon Papana Melapor)

“Pada dasarnya, jika merasa dibohongi atau tertipu, ya dia bisa lapor saja. Selama dia memiliki data dan dokumen akurat tentang hal itu,” tulis Amal lewat WhatsApp kepada Banten Hits.com.

Yang membuat Ramon Papana yakin untuk menyelesaikan buku tersebut, setelah pejabat Pemda Kota Tangerang yang kaya raya itu juga mengatakan bahwa: “ini sebenarnya proyek Wahidin Halim” dalam pengertian bahwa proyek ini akan dibiayai oleh wali kota Tangerang sendiri. (BACA JUGA: “Ini Sebenarnya Proyek Wahidin Halim”)

Dalam siaran pers yang diterima Banten Hits.com, ICC Management selaku manajer Ramon Papana juga menjelaskan, selain tak menerima honor untuk menulis buku, Ramon juga tak mendapatkan keuntungan atas royalti buku tersebut. Padahal, Kabag Humas Pemda Kota Tangerang Amal Herawan pernah menjanjikan akan memberi keuntungan atas royalti buku itu. (BACA JUGA: Komedian Penulis Buku Merasa Tertipu Pejabat Kota Tangerang)

BACA :  Pertarungan Dua Srikandi Berebut Kursi Ketua DPD Partai Demokrat Banten

“Saya dijanjikan menerima honor sebesar 100 juta untuk membuat buku istimewa itu dalam waktu 1 bulan dan juga dijanjikan bagi hasil penjualan buku yang katanya akan dicetak dengan dana APBD sebanyak 1 juta  eksemplar” kata Ramon sedih.

Amal Herawan yang menjabat sebagai Kabag Humas Pemda Kota Tangerang tersebut, menurut Ramon juga merupakan pemilik CV Duta Comunications, sebuah perusahaan yang melakukan Penjualan dan distribusi buku itu.(Rus)



Darusssalam Jagad Syahdana mengawali karir jurnalistik pada 2003 di Fajar Banten--sekarang Kabar Banten--koran lokal milik Grup Pikiran Rakyat. Setahun setelahnya bergabung menjadi video jurnalis di Global TV hingga 2013. Kemudian selama 2014-2015 bekerja sebagai produser di Info TV (Topaz TV). Darussalam JS, pernah menerbitkan buku jurnalistik, "Korupsi Kebebasan; Kebebasan Terkorupsi".

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *




Terpopuler