Connect with us

EKONOMI & BISNIS

Proyek di Tangsel Mangkrak, 8 Kontraktor Diblacklist

Published

on

Banten Hits.com – Delapan rekanan kontraktor terancam masuk daftar hitam atau daftar coret(blacklist). Sebabnya, kedelapan kontraktor tersebut tidak bisa merampungkan proses pembangunan sesuai kontrak.

Demikian dikemukakan Kepala Bidang Pembangunan Dinas Tata Kota, Bangunan, dan Pemukiman Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Mukodas, Senin (30/12).

Mukodas merinci, delapan kontraktor yang segera diblacklist, yakni kontraktor PT Sambada, PT Surtini Jaya Kencana, CV Cahaya Sari, PT Sukalimas,PT Ilham, PT Mitra Karya dan CV Putri Septifani.

Banten Hits.com – Delapan rekanan kontraktor terancam masuk daftar hitam atau daftar coret(blacklist). Sebabnya, kedelapan kontraktor tersebut tidak bisa merampungkan proses pembangunan sesuai kontrak.

Demikian dikemukakan Kepala Bidang Pembangunan Dinas Tata Kota, Bangunan, dan Pemukiman Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Mukodas, Senin (30/12).

BACA :  KSPSI Minta Perusahaan Bayar Upah Pekerja Sesuai UMK

Mukodas merinci, delapan kontraktor yang segera diblacklist, yakni kontraktor PT Sambada, PT Surtini Jaya Kencana, CV Cahaya Sari, PT Sukalimas,PT Ilham, PT Mitra Karya dan CV Putri Septifani.

PT Sambada hanya mampu menyelesaikan 60 persen pembangunan SD Serpong 2. Padahal anggaran dalam proyek itu mencapai Rp 3,9 Miliar.

Begitupun PT Surtini Jaya Kencana yang cuma mampu menyelesaikan progres pembangunan SDN Rawa Buntu 1 sebesar 30 persen dengan anggaran Rp 5,8 Miliar.

CV Cahaya Sari dalam pembangunan SDN Cilenggang 2 dengan progres 50 persen dengan anggaran Rp 2,8 Miliar.

Untuk PT Sukalimas hanya mampu menyelesaikan progres 53 persen untuk pembangunan SDN Ciputat 1,8 dengan anggaran RP 4 Miliar.

BACA :  Dinyatakan Bank Sehat, Erwan Ajak PNS Nabung di BPR Berkah Pandeglang

SDN Sawah 5 yang dikerjakan PT Ilham hanya mampu diselesaikan 48 persen dengan anggaran Rp 1,4 Miliar. Sedangkan untuk PT Mitra Karya hanya mampu menyelesaikan 33 persen pembangunan SDN Cabe Ilir 1,2 dengan anggaran Rp 5 Miliar.

PT Ilham juga tidak mampu menyelesaikan proyek pembangunan kantor Kelurahan Cirendeu senilai Rp 2,6 Miliar. Dalam proyek itu, PT Ilham hanya mampu menyelesaikan progres pembangunan 40 persen.

“Kalau untuk penataan halaman Kantor Kecamatan Setu, CV Putri Septifani hanya mampu menyelesaikan 65 persen dengan anggaran Rp 1,6 Miliar,” ungkap Mukodas saat ditemui di ruang kerjanya.

Mukodas menjelaskan dari 64 proyek pembangunan yang dikerjakan Tata kota, delapan kontraktor inilah yang akan dibacklist. Sedangkan yang lainnya sudah sesuai dengan kontrak.

BACA :  MMS Tambah Lajur Bitung - Balaraja Barat

“56 proyek pembangunan sudah 100 persen sesuai kontrak,” tandasnya. (Soed)



Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terpopuler