Connect with us

OPINI

Peran Perempuan dalam Perspektif Islam

Published

on

Banten Hits.com – Peran wanita sebagai anak, istri, ibu dan kemudian pengabdi dalam masyarakat. Peran wanita baik dalam keluarga atau masyarakat merupakan peran yang sangat agung yang tidak sepantasnya kaum wanita disepelekan. Perempuan bukan hanya sekedar kaum yang lemah, namun perempuan bisa menjelma menjadi sosok yang besar namun tetap dalam hal yang positif dan baik, perempuan adalah kesatuan yang indah dari empat peran penting dari pria-nya. Peran perempuan tidak hanya mencakup anak, istri dan ibu namun juga sebagai pengabdi dalam masyarakat, berarti perempuan dapat manyalurkan dan mengembangkan berbagai aspirasi yang dimiliki dan dapat terjun langsung dalam masyarakat dengan tetap pada bidang dan batasan-batasannya.

Banten Hits.com – Peran wanita sebagai anak, istri, ibu dan kemudian pengabdi dalam masyarakat. Peran wanita baik dalam keluarga atau masyarakat merupakan peran yang sangat agung yang tidak sepantasnya kaum wanita disepelekan. Perempuan bukan hanya sekedar kaum yang lemah, namun perempuan bisa menjelma menjadi sosok yang besar namun tetap dalam hal yang positif dan baik, perempuan adalah kesatuan yang indah dari empat peran penting dari pria-nya. Peran perempuan tidak hanya mencakup anak, istri dan ibu namun juga sebagai pengabdi dalam masyarakat, berarti perempuan dapat manyalurkan dan mengembangkan berbagai aspirasi yang dimiliki dan dapat terjun langsung dalam masyarakat dengan tetap pada bidang dan batasan-batasannya.

Seorang perempuan boleh menjadi pemimpin, tapi ia juga harus tetap menjaga keluarga dan anak-anaknya. Ketika perempuan ingin menjadi pemimpin maka ia terlebih dahulu harus mengarahkan anaknya (membantu ayah dalam mendidik anaknya).

BACA :  Adiksi Gawai Dalam Bersosial Media

Di masa yang modern saat ini, maka perempuan sudah tidak bisa dikatakan tertinggal, malah lebih maju walaupun tetap hanya sekitar 40% perempuan pekerja dan sisanya masih menjadi ibu rumah tangga. Dengan masa yang modern tersebut timbulah persamaan gender yang banyak didengung-dengungkan oleh kaum barat, ternyata telah merasuk ke tubuh kaum muslimah umat ini. Mereka telah tertipu dengan pemikiran kaum barat, bahkan tidak sedikit yang mengekor pemikiran tersebut.

PERAN WANITA DALAM KELUARGA

Keluarga merupakan pondasi dasar penyebaran Islam. Dari keluargalah, muncul pemimpin-pemimpin yang berjihad di jalan Allah, dan akan datang bibit-bibit yang akan berjuang meninggikan kalimat-kalimat Allah. Dan peran terbesar dalam hal tersebut adalah kaum wanita.

Ketika seorang laki-laki merasa kesulitan, maka sang istri lah yang bisa membantunya. Ketika seorang laki-laki mengalami kegundahan, sang istri lah yang dapat menenangkannya. Dan ketika sang laki-laki mengalami keterpurukan, sang istri lah yang dapat menyemangatinya. Sungguh, tidak ada yang mempunyai pengaruh terbesar bagi seorang suami melainkan sang istri yang dicintainya.

WANITA SEBAGAI SEORANG IBU

“Wahai Rasulullah, siapakah orang yang paling berhak untuk kuperlakukan dengan baik?” Beliau berkata, “Ibumu.” Laki-laki itu kembali bertanya, “Kemudian siapa?”, tanya laki-laki itu. “Ibumu”. Laki-laki itu bertanya lagi, “Kemudian siapa?”, tanya laki-laki itu. “Ibumu”, “Kemudian siapa?” tanyanya lagi. “Kemudian ayahmu”, jawab beliau.” (HR. Al-Bukhari No. 5971 dan Muslim No. 6447).

BACA :  Politik Dinasti  yang Akan Merusak Negara Indonesia

Di dalam rumah, siapakah yang mempunyai banyak waktu untuk anak-anak? Siapakah yang lebih mempunyai pengaruh terhadap anak-anak? Siapakah yang lebih dekat kepada anak-anak? Tidak lain adalah ibu-ibu mereka. Seorang ibu merupakan seseorang yang senantiasa diharapkan kehadirannya bagi anak-anaknya. Seorang ibu dapat menjadikan anak-anaknya menjadi orang yang baik sebagaimana seorang ibu bisa menjadikan anaknya menjadi orang yang jahat. Baik buruknya seorang anak, dapat dipengaruhi oleh baik atau tidaknya seorang ibu yang menjadi panutan anak-anaknya. Tidak ada peran yang lebih mendatangkan pahala yang banyak melainkan peran mendidik anak-anaknya menjadi anak yang diridhoi Allah dan Rasul-Nya. Karena anak-anaknya lah sumber pahala dirinya dan sumber kebaikan untuknya.

Ketahuilah, banyak dikalangan orang-orang besar, bahkan sebagian para imam dan ahli ilmu merupakan orang-orang yatim, yang hanya dibesarkan oleh seorang ibu. Dan lihatlah hasil yang di dapatkannya. Mereka berkembang menjadi seorang ahli ilmu dan para imam kaum muslimin. Sebut saja, Imam Syafi’I, Imam Ahmad, Al-Bukhori dll adalah para ulama yang dibesarkan hanya dari seorang ibu. Karena kasih sayang, pendidikan yang baik dan doa dari seorang ibu merupakan kekuatan yang dapat menyemangati anak-anak mereka dalam kebaikan.

PERAN WANITA DALAM MASYARAKAT

Wanita disamping perannya dalam keluarga, ia juga bisa mempunyai peran lainnya di dalam masyarakat dan Negara. Jika ia adalah seorang yang ahli dalam ilmu agama, maka wajib baginya untuk mendakwahkan apa yang ia ketahui kepada kaum wanita lainnya. Begitu pula jika ia merupakan seorang yang ahli dalam bidang tertentu, maka ia bisa mempunyai andil dalam urusan tersebut, namun dengan batasan-batasan yang telah disyariatkan dan tentunya setelah kewajibannya sebagai ibu rumah tangga telah terpenuhi.

BACA :  Quo Vadis KNPI

Banyak hal yang bisa dilakukan kaum wanita dalam masyarakat dan negara, dan ia punya perannya masing-masing yang tentunya berbeda dengan kaum laki-laki. Hal ini sebagaimana yang dilakukan para shahabiyah nabi. Pada jaman nabi, para shahabiyah biasa menjadi perawat ketika terjadi peperangan, atau sekedar menjadi penyemangat kaum muslimin, walaupun tidak sedikit pula dari mereka yang juga ikut berjuang berperang menggunakan senjata untuk mendapatkan syahadah fii sabilillah, seperti Shahabiyah Ummu Imarah yang berjuang melindungi Rasulullah dalam peperangan.

Sehingga dalam hal ini, peran wanita adalah sebagai penopang dan sandaran kaum laki-laki dalam melaksanakan tugas-tugasnya. Keutamaan-keutamaan yang diberikan Allah untuk kaum wanita, maka jelaslah bahwa wanita merupakan tumpuan dasar kemuliaan suatu masyarakat bahkan Negara. Masyarakat atau Negara yang baik dapat terlihat dari baiknya perempuan di dalam Negara tersebut dan begitupun sebaliknya.

Penulis: Herna Silviyanti, Mahasiswi semester I jurusan Pendidikan Olahraga (Pendor) di Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Setia Budhi Rangkasbitung. Penulis juga adalah Kabid Litbang dan Administrasi Korps HMI Wati (Kohati) Kom. Setia Budhi Rangkasbitung, Kabupaten Lebak.



Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terpopuler