Connect with us

PERSONA

Berbagi Ilmu di Taman Bacaan Surga

Published

on

Dialah Dedi Supriyatman (56), hobinya membaca dan mengoleksi buku sunnah, Dienul Islam, dan pengetahuan islami lainnya ternyata memunculkan ide cemerlang untuk sekitarnya. Dia pun membuka Taman Bacaan Surga (Tambaga) yang meminjamkan semua koleksinya secara gratis

Ratusan buku islami tersusun rapih di lemari kaca diteras rumahnya, Perum Alam Permai Blok B3 no.12, Cibodas, Kota Tangerang. Dedi hanyalah pensiunan PNS yang miliki hobi luar biasa, dia mengoleksi buku islami untuk dijadikannya taman bacaan di komplek perumahannya.

Beberapa buku sunah maupun tafsir Al Quran berseri, diletakannya diatas lemari kaca tersebut, agar memudahkan para peminjam melihat-lihat koleksinya. Seperti koleksi tafsir berwarna biru dan berseri lengkap itu, diakui Dedi dibelinya seharga Rp 1,8 juta.

BACA :  Cerita Bripka Prima Yananta yang Rela Sisihkan Gajinya Demi Perbaiki Rumah Lansia

Belum lagi buku sunnah lain yang dia beli seharga Rp 700 ribu per setnya, semua buku yang dibelinya mahal, Dedi memilih untuk meminjamkannya secara gratis. “Ini cara saya berdakwah,” ungkapnya seraya tersenyum.

Memang, pria keturunan asli kota kembang ini, menginginkan umat muslim terutama keluarga dan warga sekitar rumahnya, untuk menggemari membaca buku-buku Islami, seperti hobinya. Makanya, Dedi tak ragu menggratiskan siapapun meminjam koleksi bukunya, mulai dari mendaftar sebagai anggota perpustakaannya, hingga biaya peminjamannya, dia kenakan gratis.

Namun, untuk merapihkan daftar peminjam, pria pensiunan Dinas Perhubungan Kota Tangerang itu, membuatkan kartu taman bacaan seperti kartu perpus pada umumnya. “Isinya tentang buku apa yang dipinjam, kapan jadwal pengembaliannya, sampai biodata si peminjam,” katanya.

BACA :  Mengenal Dandim 0603 Lebak Letkol Inf Nur Wahyudi; Pernah Pimpin Pasukan Elite hingga Bergabung di Satgas Unifil Lebanon

Walaupun baru sedikit peminat, Dedi berani jamin Tambaga siap menyalurkan hobi membaca buku islami. Pria yang sudah mengoleksi buku buku-buku Islami dari tiga tahun lalu itu mengaku, tidak asal menambah atau membeli koleksinya dipasaran.

“Saya pilih-pilih juga, koleksi saya seperti buku Sunnah, Dienul Islam, As-Sunnah, Al Furqon, Al Mawaddah, Siroh Nabawi, Tafsir AL Quran, dan koleksi kumpulan doa lainnya,” ungkap kakek dari dua orang cucu ini.

Lengkapnya koleksi Dedi, ternyata menarik beberapa ustad maupun pengurus masjid besar lainnya. Dicontohkannya, dia pernah kedatangan pengurus Masjid Istiqlal untuk meminjam beberapa koleksinya.

“Saya pun memfasilitasi siapa saja yang ingin memesan buku atau majalah yang penerbitnya saya kenal,” ungkap Dedi. Dengan begitu, dia berharap, bukan hanya dia yang bisa leluasa membaca dan memperluas pengetahuan agama, melainkan keluarga maupun umat muslim secara umum lainnya. (Riani)

BACA :  Satu Sisi Tukidi; Yang Terempas dan Hidup



Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *




Terpopuler