Connect with us

OPINI

Dengan Semangat Baru Pemimpinan yang Baru, Pariwisata di Lebak Harus Maju

Published

on

 

BantenHits.com – Kabupaten Lebak merupakaan salah satu Kabupaten terluas yang ada di Provinsi Banten. Dengan luas wilayah sekitar 304.472 Ha, terbagi atas 28 Kecamatan 340 Desa dan 5 Kelurahan. Lebak, memiliki batas wilayah administratif meliputi, sebelah utara berbatasan dengan Kabupaten Serang dan Kabupaten Tangerang. Sebelah selatan Samudera Indonesia. Sebelah barat berbatasan dengan Kabupaten Pandeglang, dan

sebelah timur berbatasan dengan Kabupaten Bogor dan Kabupaten Sukabumi.

Berbicara tentang potensi pariwisatanya, Lebak adalah salah satu daerah yang dianggap kaya akan potensi wisata. Dari wilayah Lebak Utara, ada potensi wisata pemandian air panas yang terletak di Kecamatan Cipanas, Arung Jeram di Kecamatan Lebak Gedong, Situs Kosala, dan lain-lain.

Di wilayah Lebak Tengah, ada wisata budaya yang sudah terkenal baik di dalam negeri maupun pada tingkat internasional. Ya, wisata budaya Baduy yang terletak di Kecamatan Leuwidamar. Kemudian ada air terjun Curug Cimayang yang terletak di Kecamatan Bojongmanik.

Lalu melirik ke wilayah Lebak Selatan, sejumlah potensi wisata juga terdapat disini. Ada Pantai Bagedur yang terletak di Kecamatan Malingping, Pantai Cibobos dan Cimandiri di Kecamatan Panggarangan, Pantai Karang Taraje, Pulau Manuk dan salah satu pantai yang sudah tidak asing dan menjadi salah satu magnet bagi wisatawan domestik dan luar negeri, yakni Pantai Sawarna di Kecamatan Bayah. Untuk wisata budayanya, ada di Desa Cisungsang, Kecamatan Cibeber. Dan tentunya, masih banyak potensi-potensi wisata lainnya.

Tepat pada hari Rabu 15 Januari 2014, masyarakat Lebak resmi mempunyai pemimpin baru yang akan menggantikan Bupati Mulyadi Jayabaya yang sudah satu dasawarsa memimpin Lebak. Segudang harapan pun lahir dari Bupati dan Wakil Bupati terpilih periode 2014-2019 Iti Octavia Jayabaya-Ade Sumardi. Harapan agar Kabupaten Lebak menjadi lebih baik, sesuai dengan visi dan misi yang disampaikan yakni melanjutkan percepatan pembangunan, yang meliputi terpenuhinya kebutuhan dasar masyarakat seperti kesehatan, pendidikan, infrastruktur jalan, jembatan, irigasi, peningkatan ekonomi, pemberdayaan pemuda, budaya, pariwisata dan lain sebagainya.

BACA :  Program Pemberdayaan Masyarakat; Antara Solusi dan Lahan Korupsi (1)

Ada satu hal yang menarik ketika Wakil Gubernur Banten memberikan sambutan dalam acara pelantikan Bupati dan Wakil Bupati di pendopo Lebak. Dalam sambutaannya, Wagun berkata tentang agro wisata. Lebak yang dianggap memiliki dan kaya akan potensi pariwisata, diharapkan mampu  meningkatkan potensi daerah dari sektor pariwisatanya. Di tahun 2013 saja, target Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor wisata masih terbilang kecil, sekitar Rp. 200.625.000,00.

Dari catatan saya, ada tiga pernyataan dan penjelasan yang dikemukakan oleh pasangan Iti-Ade sebelum resmi menjabat Bupati dan Wakil Bupati. Pada bulan April 2013,  H. Ade Sumardi yang saat itu masih menjabat sebagai Ketua DPRD Lebak tengah menjadi pembicara di Musrenbang Kabupaten yang berlangsung di Aula Multatuli Setda lebak. Beliau saat itu memaparkan bagaimana rencana untuk mengupayakan peningkatan potensi wisata untuk menarik wisatawan domestik dan asing, mulai dari jalur Bogor kemudian masuk ke Cipanas-Lebakgedong-Cibeber-Bayah dengan peningkatan infrastruktur yang baik. Beliau juga menjelaskan tentang rencana dalam membuat Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pariwisata di daerah Lebak selatan dan sejumlah daerah lainnya.

Kemudian pada di bulan Mei 2013, Hj. Iti Octavia Jayabaya saat menghadiri grand final pemilihan duta pariwisata, seni dan budaya Saija-Adinda yang diadakan oleh Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) di auditorium kampus Latansa Mashiro, Rangkasbitung. Dalam kesempatan itu, beliau memberikan pemaparan tentang potensi pariwisata, serta rencana strategis dalam meningkatkan sektor pariwisata di Lebak.

BACA :  Balada Orang Lebak (Max Havelaar Kini)

Dan yang ketiga dari catatan yang saya miliki adalah, ketika pasangan Iti-Ade (Ide) menyampaikan visi misinya di ruang paripurna DPRD Lebak di bulan Agustus 2013 yang juga dihadiri oleh anggota DPRD dan SKPD serta lapisan masyarakat Lebak. Dari pemaparan yang disampaikan, ada komitmen dari pasangan cabup-cawabup (saat itu) dalam meningkatkan potensi di sektor wisata.

Jika kita melihat potensi wisata di Kabupaten lain di Provinsi Banten, seperti wisata pantai Anyer di Kabupaten Serang yang juga ramai dikunjungi wisatawan domestik dan asing, kemudian pantai Carita di Kabupaten Pandeglang, bahkan untuk di daerah Pandeglang selatan diwacakan bakal dibangun Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Lesung, tepatnya di Kecamatan Panimbang. Bukan itu saja, rencana Pemerintah Pusat yang juga akan membangun akses jalan tol dari arah Serang, serta bandara menuju akses Kawasan Ekonomi Khusus di wilayah Pandeglang selatan tersebut.

Ketika kita berkunjung ke kawasan pantai Anyer, kita akan langsung disuguhi oleh sejumlah hotel, resto dan obyek wisata lainnya yang mampu menjadi magnet bagi para wisatawan yang berkunjung kesana. Begitu juga dengan pantai Carita dan Tanjung Lesung.

Tentu, dibawah kepemimpinan Bupati Iti Octavia, masyarakat Lebak menyimpan banyak harapan kepada Pemerintah Kabupaten Lebak dalam membuat terobosan salah satunya dalam hal upaya peningkatan potensi pariwisata di Kabupaten Lebak. Menarik investor agar mau berinvestasi dalam bidang pariwisata yang juga tentunya dibarengi dengan kondisi infrastruktur jalan yang baik agar tercipta kesejahteraan dan peningkatan ekonomi masyarakat. Pemerintah Daerah bersama DPRD, sudah seharusnya membuat regulasi berupa Perda yang mengatur tentang bagaimana upaya dalam meningkatkan potensi wisata. Sehingga, sistem pengelolaan dan manajemen bisa berjalan dengan baik, serta mendorong gerakan di masyarakat Lebak yang sadar akan wisata.

BACA :  Menengok Rumah Bersejarah yang Dibangun Sebelum Indonesia Merdeka di Pamegar Sari Pandeglang

Dengan semangat baru diawal tahun saat resmi dilantik menjadi Bupati dan Wakil Bupati Lebak, sudah sepantasnya masyarakat menaruh harapan besar kepada kepemimpinan Iti Octavia Jayabaya-Ade Sumardi dengan bekal semangat melanjutkan percepatan pembangunan. Harapan yang sudah tentu bisa direalisasikan oleh keduanya sebagai upaya dalam peningkatkan kesejahteraan masyarakat, pendidikan yang berkualitas, layanan kesehatan yang baik, infrastruktur yang memadai, dan lagi-lagi sebagai daerah yang kaya akan potensi wisata masyarakat mengharapkan Pemkab mampu menggenjot potensi di sektor wisata yang ada di Kabupaten Lebak, sehingga terwujudnya Kabupaten Lebak yang Iman Aman Uman Amin.

Dalam Grand Final pemilihan Kang-Nong Banten yang dilaksanakan pada November di Kota Cilegon, kontingen dari Kabupaten Lebak mendapatkan 3 kategori juara, pertama oleh saudari Mutiara dengan menyabet 2 kategori sekaligus yakni juara wakil 1 Nong Banten 2013 dan Juara Favorit Nong Banten 2013. Sedangkan 1 kategori lagi diraih oleh saudara Adengika Nurmaya dengan menyandang gelar juara Kang Berbakat. Bahkan di tahun 2012 Adinda Sri Intan Purnama mewakili Provinsi Banten dalam grand final pemilihan duta wisata tingkat nasional yang diadakan di pulau dewata Provinsi Bali.

Tentunya sebagai masyarakat Lebak dan generasi muda, kita harus optimis dengan sejumlah prestasi yang diraih oleh para generasi muda putera Lebak ini. Tentunya, dukungan yang maksimal dari Pemerintah Daerah menjadi salah satu faktor dalam melahirkan dan menjadikan sektor pariwisata di Lebak maju dan menjadi andalan di kemudian hari.

Penulis: Asep Taftazani. Penulis adalah Anggota Paguyuban Saija-Adinda.



Terpopuler