Connect with us

SENI & BUDAYA

Tawur Agung Kesangka Umat Hindu Banten

Published

on

Banten Hits.com– Sebanyak 5.000 umat Hindu Banten, Minggu (30/03/2014),  menghadiri tawur agung kesangka di Pura Eka Wira Anantha yang berlokasi di Komplek Grup 1 Kopassus, Serang. Berbagai macam ogoh-ogoh digotong beramai-ramai oleh umat Hindu Banten dalam acara tersebut. 

Ketut Suhada, sesepuh adat Hindu Banten menjelaskan, ogoh-ogoh adalah karya seni patung dalam kebudayaan Hindu Bali yang menggambarkan kepribadian Bhuta Kala. Dalam ajaran Hindu Dharma, Bhuta Kala merepresentasikan kekuatan (Bhu) alam semesta dan waktu (Kala) yang tak terukur dan tak terbantahkan.

Banten Hits.com– Sebanyak 5.000 umat Hindu Banten, Minggu (30/03/2014),  menghadiri tawur agung kesangka di Pura Eka Wira Anantha yang berlokasi di Komplek Grup 1 Kopassus, Serang. Berbagai macam ogoh-ogoh digotong beramai-ramai oleh umat Hindu Banten dalam acara tersebut. 

BACA :  "Nyieun Cukangan" di Baduy Obati Kekecewaan Turis Asing

Ketut Suhada, sesepuh adat Hindu Banten menjelaskan, ogoh-ogoh adalah karya seni patung dalam kebudayaan Hindu Bali yang menggambarkan kepribadian Bhuta Kala. Dalam ajaran Hindu Dharma, Bhuta Kala merepresentasikan kekuatan (Bhu) alam semesta dan waktu (Kala) yang tak terukur dan tak terbantahkan.

Dalam perwujudan patung yang dimaksud, Bhuta Kala digambarkan sebagai sosok yang besar dan menakutkan. Setiap upacara tawur agung kesangka selalu dibuat ogoh-ogoh dan diberi sesajen agar kekuatan alam semesta tidak mengganggu manusia.

“Makanya kita buat ogoh-ogoh dan diberi sesajen, agar tidak mengganggu kita” terangnya. 

Sementara itu, tokoh umat Hindu Banten lainnya, I Gede Nyoman Soewandhi kepada wartawan mengatakan, sebelumnya upacara tawur agung kesangka biasanya dilaksanakan di Tangerang, namun karena halaman di sana terlalu kecil, sejak lima tahun lalu upacara tawur agung kesangka  dipusatkan di Taman Kopassus.

BACA :  Pemprov Persiapkan Festival Debus Banten

“Sudah 5 tahun dipusatkan di sini. Karena tempat di Tangerang halaman pura-nya kecil. Terus di sini pusat pemerintahan, selain itu karena kesepakatan semua banjar,” terangnya.

Berdasarkan data dari Parisadha Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Banten, di tanah Jawara terdapat 6 banjar, yaitu Serang, Tangerang, Ciledug, Tangerang Selatan, Rempoa,  dan Tigaraksa.

Upacara tawur agung kesangka ini, masuk dalam rangkaian  perayaan Hari Raya Nyepi di Serang.

Rangkaian acara perayaan nyepi ini dimulai dari upacara mecasti, yaitu  dimaksudkan pembersihan diri sebelum tapa brata alam yang dilaksanakan kemarin Sabtu (29/03/2014) di Pantai Salira (BACA JUGA: Umat Hindu Banten Gelar Melasti di Salira Sebelum Nyepi), selanjutnya upacara tawur agung yang dilaksanakan untuk membersihkan alam dan energi negatif yang dilaksanakan Minggu (30/03/2014).(Rus)

BACA :  Pemerintah Daerah Diminta Alokasikan Dana untuk Seren Taun Cisungsang



Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terpopuler