Connect with us

SENI & BUDAYA

Don Hasman Masuk Baduy Dalam saat Warga Sedang Seba

Published

on

Banten Hits – Mencuatnya nama Don Hasman sebagai orang yang diduga pemotret berlatar Kampung Cibeo (Baduy Dalam) yang akan digunakan sebagai poster dalam sebuah pameran di Tokyo, Jepang juga diamini oleh Ajat, salah seorang warga Baduy, yang juga sebagai pembantu Kepala Desa Kanekes Jaro Dainah.

Ajat yang saat itu bertugas berjaga (ronda) di sekitar rumah Kepala Desa Kanekes karena bertepatan dengan keberangkatan ribuan warga Baduy untuk melakukan ritual Seba ke pendopo Bupati Lebak, Jum’at malam (2/5/2014) kemarin, mengaku melihat Don Hasman datang ke Baduy. Namun karena Don dianggap bukan orang asing, dan memang sering ke wilayah Baduy maka Ajat tidak menegur atau menanyakan maksud dan tujuan pria yang sejak tahun 1970 berprofesi sebagai wartawan tersebut.

BACA :  Silat Raksa Jiwa Cimande; Berlatih Jurus Tepak Dua sampai Disiplin Anti-Narkoba

“Malem Sabtu pas anu lain keur Seba di pendopo, manehna (Don) datang kadieu sorangan kira-kira peutinglah. Balik ti luhur poe mingguna (Malam sabtu ketika warga sedang Seba di pendopo Bupati, dia (Don) memang datang ke sini (Baduy) sendiri, kira-kira malam. Pulang dari atas (Baduy Dalam) hari Minggunya),” kata Ajat.

Warga Baduy lainnya yang juga bertemu dengan Don mengaku sempat bertegur sapa dengan Don. Saat itu Don mengatakan, hendak bertemu dengan warga Kampung Gajebo.

“Ngadenge geh arek kanu ambu Rubana, laju ngedenge geh arek neangan orang Gajebo lain orang Cibeo, engke foto anu ditampilkeun diditu eta foto orang gajebo. Atuh iyeumah foto di Cibeo (Sempat dengar  juga mau ke rumah Bu Rubana, terus denger juga nyari orang Kampung Gajebo bukan orang Kampung Cibeo. Katanya, nanti foto yang ditampilin disana itu foto orang Gajebo. Kalo yang ini sih foto di Cibeo),” ujar warda Baduy luar lainnya menambahkan.

BACA :  Tangerang Akan Punya Gedung Kesenian Baru

Sementara Kepala Desa Kanekes Jaro Dainah menegaskan, bahwa dirinya memang tidak bertemu dengan Don Hasman karena tengah upacara Seba.

“Teu panggih iyeu, ja kami mah keur Seba, jadi bohong lamun aya ijin, ja ku kami mah moal mungkin di ijinan (Gak ketemu, soalnya kami lagi Seba, jadi bohong kalau dikasih ijin dan enggak mungkin kami berikan ijin),” ungkap Jaro Dainah.(Rus)



Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *




Terpopuler