Connect with us

BABAD BANTEN

Prabowo Punya Ikatan Sejarah dengan Banten

Published

on

Masyarakat Banten khususnya Tangerang, memiliki ikatan sejarah dengan Prabowo Subianto, calon Presiden yang berpasangan dengan Mohamad Hatta Rajasa. Dua paman Prabowo Subianto masing-masing Prabowo RM Soebianto Djojohadikoesoemo dan RM Soejono, gugur dalam Peristiwa Lengkong bersama Daan Mogot pada tahun 1946.

Kedua paman Prabowo Subianto yang gugur dalam peristiwa itu, dimakamkan bersama Daan Mogot dan ratusan pejuang lainnya di Taman Makam Pahlawan (TMP) Taruna, Jalan Daan Mogot, Kota Tangerang.

Dari penelusuran di wikipedia.org, Pertempuran Lengkong yang terjadi pada 25 Januari 1946 adalah peristiwa bersejarah, nasional dan heroik melawan pasukan jepang di Desa Lengkong, Kecamatan Serpong, Kota Tangerang Selatan, Banten.

Peristiwa berdarah ini bermula dari Resimen IV TRI di Tangerang, Resimen ini mengelola Akademi Militer Tangerang. Tanggal 25 Januari 1946, Mayor Daan Mogot memimpin puluhan taruna akademi untuk mendatangi markas Jepang di Desa Lengkong untuk melucuti senjata pasukan jepang. Daan Mogot didampingi sejumlah perwira, antara lain Mayor Wibowo, Letnan Soetopo, dan Letnan Soebianto Djojohadikusumo.

Dengan mengendarai tiga truk dan satu jip militer, mereka berangkat ke Lengkong. Di depan pintu gerbang markas, tentara Jepang menghentikan mereka. Hanya tiga orang, yakni Mayor Daan Mogot, Mayor Wibowo, dan seorang taruna Akademi Militer Tangerang, yang diizinkan masuk untuk mengadakan pembicaraan dengan pimpinan Dai-Nippon. Sedangkan Letnan Soebianto dan Letnan Soetopo ditunjuk untuk memimpin para taruna yang menungggu di luar.

Semula proses perlucutan berlangsung lancar. Tiba-tiba terdengar rentetan letusan senapan dan mitraliur dari arah yang tersembunyi. Senja yang tadinya damai jadi berdarah. Sebagian tentara Jepang merebut kembali senjata mereka yang semula diserahkan. Lantas berlangsung pertempuran yang tak seimbang. Karena kalah kuat, korban berjatuhan di pihak Indonesia. Sebanyak 33 taruna dan 3 perwira gugur dalam peristiwa itu. Sedangkan 1 taruna lainnya meninggal setelah sempat dirawat dirumah sakit. Perwira yang gugur adalah Daan Mogot, Letnan Soebianto, dan Letnan Soetopo.

Peristiwa berdarah itu kemudian dikenal dengan nama Peristiwa Pertempuran Lengkong. Pada waktu itu Akademi Militer berpusat di Tangerang sehingga banyak yang menjadi korban adalah Taruna.(Rus)

Trending