Connect with us

EKONOMI & BISNIS

Pengelolaan Buruk, Harga Gas 3 Kg di Lebak Tembus Rp 25 Ribu

Published

on

Banten Hits.com – Harga liquefied petroleum gas (LPG) 3 Kg di Kabupaten Lebak menembus angka Rp 19.000 – Rp 25.000. Padahal harga eceran tertinggi (HET) gas 3 Kg untuk Kabupaten Lebak hanya Rp 14.600 – Rp 16.100.

Tingginya harga gas 3 Kg di Kabupaten Lebak menurut Forum Aktivis Mahasiswa Rakyat (Fakrab) dikarenakan pengelolaan yang terkesan tidak serius bahkan sudah melanggar aturan.

Banten Hits.com – Harga liquefied petroleum gas (LPG) 3 Kg di Kabupaten Lebak menembus angka Rp 19.000 – Rp 25.000. Padahal harga eceran tertinggi (HET) gas 3 Kg untuk Kabupaten Lebak hanya Rp 14.600 – Rp 16.100.

Tingginya harga gas 3 Kg di Kabupaten Lebak menurut Forum Aktivis Mahasiswa Rakyat (Fakrab) dikarenakan pengelolaan yang terkesan tidak serius bahkan sudah melanggar aturan.

BACA :  7.000 Ton Beras DKI Dikirim ke Lebak Penuhi Kebutuhan Akhir Tahun

“Sampai Juni 2014, sebanyak 339.680 tabung Gas LPG 3 Kg yang beredar di Lebak, dan harga jualnya cukup mahal.

Padahal Harga gas LPG 3 Kg di SPBE kan hanya Rp 12.750,” kata Departemen Kajian Kebijakan Publik,
Fakrab, Fatahillah.

Fatahillah mengatakan, informasi yang di peroleh dari warga di sejumlah wilayah di Lebak, salah satunya di Kota Rangkasbitung, harga LPG 3 Kg dijual dengan kisaran Rp 19.000. Sementara di wilayah Cilograng (Lebak bagian selatan), harga LPG mencapai Rp 25.000. Harga jual itu pun dinilai sudah melebihi dari HET yang sudah ditetapkan.

“Untuk wilayah Rangkasbitung HET-nya Rp 14.600, dan HET Cilograng Rp 16.100 per tabung 3 Kg nya,” ucapnya.

BACA :  Tunggakan Raskin di Lebak Capai Rp 2,6 Miliar

Menurutnya, regulasi yang mengatur tentang penjualan LPG ini sudah sangat jelas dalam Perbup Lebak nomor 11 tahun 2014 tentang Harga Eceran Tertinggi Liquefied Petroleum Gas (LPG) tertentu di wilayah Kabupaten Lebak. Namun, Fakrab mempertanyakan kenapa hingga saat ini harga belum juga merata. Kondisi ini pun dianggap telah terjadi pengabaian terhadap Perbup.

“Untuk melengkapi data kajian, kita bersama Mahasiswa Pemuda Peduli Pembangunan (MP3) sudah audiensi dengan Disperindag Lebak pada hari Jumat (6/6) kemarin,” katanya.

Seharusnya, Pemerintah dan pihak terkait bisa dengan cepat merespon kondisi tersebut.

“Misalnya jika ada yang kedapatan menjual gas subsidi ini di atas HET, untuk membuat efek jera, izinnya bisa saja dicabut. Begitu juga dengan penentuan pangkalan, seharusnya dibangun berdasar profesionalisme bukan karena kedekatan atau sanak famili,” tambah Ketua Fakrab, Musalef.

BACA :  Bazar Kampung Ramadan di Larangan Utara Dikeluhkan Warga

Dari website resmi milik Pertamina, dari 8 agen LPG 3 Kg di Kabupaten Lebak, hanya 1 Agen yang berada di wilayah Lebak Selatan, tujuh agen lagi berada di wilayah Rangkasbitung.

“Pemerintah Daerah seolah tidak berdaya dengan situasi ini, begitupun dengan Pertamina yang seolah tutup mata. Dugaan kami, ada oknum yang memang bermain. Dasar penjualan gas 3 Kg itu harusnya tertutup dan by name by address, bukan malah dijual semaunya, bahkan kepada golongan kaya. Fungsi pengawasan dari kedua pihak tersebut juga lemah,” paparnya. (Rus)



Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terpopuler