Connect with us

EKONOMI & BISNIS

INSA Desak Izin Pengoperasian Kapal LCT Dikaji Ulang

Published

on

Banten Hits.com– Indonesian National Shipowners Association (INSA) Banten merespon baik pernyataan Dirjen Hubla Kementrian Perhubungan yang tidak memperbolehkan kapal LCT untuk mengangkut penumpang. INSA Banten mendesak agar Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Banten bertindak tegas atas beroperasi kapal milik PT. Bandar Niaga Raya ini di Pelabuhan Indonesia II Bojonegara.

“Sebenarnya kapal LCT bukan diperuntukan kapal penumpang, namun LCT adalah kapal muatan barang. Yang sebaigan besar untuk mengangkut barang. Pertanyaannya, kenapa diberikan ijin untuk berlayar, saya sendiri juga bingung menyikapi ini,” kata Agus Sutanto, Ketua INSA Banten yang dihubungi melalui telepon genggamnya, Selasa (10/9/2014).

Banten Hits.com– Indonesian National Shipowners Association (INSA) Banten merespon baik pernyataan Dirjen Hubla Kementrian Perhubungan yang tidak memperbolehkan kapal LCT untuk mengangkut penumpang. INSA Banten mendesak agar Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Banten bertindak tegas atas beroperasi kapal milik PT. Bandar Niaga Raya ini di Pelabuhan Indonesia II Bojonegara.

BACA :  Tujuh Desa di Cigemblong Lebak Jadi Sentra Budidaya Cabai Rawit

“Sebenarnya kapal LCT bukan diperuntukan kapal penumpang, namun LCT adalah kapal muatan barang. Yang sebaigan besar untuk mengangkut barang. Pertanyaannya, kenapa diberikan ijin untuk berlayar, saya sendiri juga bingung menyikapi ini,” kata Agus Sutanto, Ketua INSA Banten yang dihubungi melalui telepon genggamnya, Selasa (10/9/2014).

Agus menegaskan, beroperasinya LCT Dipelabuhan Bojonegara ini menjadi catatan penting mengingat peruntukan kapal yang digunakan harus memenuhi standarisasi faktor keselamatan penumpang yang menjadi prioritas utama.
“Sebelumnya kita pernah meeting tentang kapal ini, dan semua diputuskan syahbandar. Tapi kalau melihat kapal barang jadi kapal muatan seperti ini, aspek keselamatan harus diprioritaskan. Kalau tidak aman, kenapa diberikan ijin,” katanya.

BACA :  M1 Bandara Soetta Mulai Dipenuhi Bantalan Rel

Ia menambahkan, sebelumnya keberadaan kapal LCT memang pernah diperbantukan dijadikan kapal bantuan mengurai kemacetan di Pelabuhan Merak pada tahun 2011. Lalu saat terjadi antrian panjang kendaraan menuju Pelabuhan Merak “Saat Merak macet, kapal ini diperbantukan untuk mengurai kemacetan, tapi sifatnya temporer. Saya tidak tahu sekarang kok bisa permanen,” ujarnya.

Menurut peraturan yang berlaku, LCT diperbolehkan beroperasi menjadi kapal Penumpang asalkan mengikuti Peraturan yang ada. yakni bentuk kapal dimodifikasi dan memenuhi unsur keselamatan penumpang. Kebijakan itu dapat diambil bila ada aspek lain yang membuat kapal tersebut begitu dibutuhkan masyarakat khususnya sebagai alat transportasi di daerah terpencil.

“Sepanjang dimodifikasi dan memenuhi faktor keselamatan penumpang, tidak masalah. Dan itu harus bersertifikat, konstruksi kapal juga harus dilihat, apakah mendukung atau tidak, itu juga harus dikaji. Jika ada hal-hal tertentu contohnya macet di Merak, pemerintah dapat juga mengambil kebijakan itu. Sekarang kan kondisi di Merak normal. Nanti kita akan agendakan dengan KSOP untuk mengkaji lagi. Jawaban Dirjen juga sudah jelas, tidak boleh angkut penumpang,” katanya. ( Riani )

BACA :  Tiket Pesawat Sudah Diburu Pemudik



Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terpopuler