Connect with us

SENI & BUDAYA

Komunitas BJS; Lestarikan Bahasa Jaseng

Published

on

Banten Hits.com – Bermula dari kepedulian kepada salah satu bahasa yang tumbuh dan berkembang di Provinsi Banten, sejumlah sastrawan dan jurnalis di Kota Serang pada November 2010 lalu mendirikan sebuah komunitas yang bertujuan melestarikan bahasa Jawa Serang.

 

Banten Hits.com – Bermula dari kepedulian kepada salah satu bahasa yang tumbuh dan berkembang di Provinsi Banten, sejumlah sastrawan dan jurnalis di Kota Serang pada November 2010 lalu mendirikan sebuah komunitas yang bertujuan melestarikan bahasa Jawa Serang.BJS, begitu nama komunitas ini akrab disebut. BJS sendiri merupakan kependekan dari Bahasa Jawa Serang. Salah satu pendirinya adalah Qizink La Aziva, seorang novelis.

Saat berbincang dengan Banten Hits.com, Qizink mengatakan, lahirnya komunitas BJS di Banten tidak lain untuk melestarikan Bahasa Jawa Serang supaya tidak tergerus oleh perkembangan zaman ditengah era globalisasi seperti sekarang.

BACA :  Tiga Abad, Klenteng “Benteng Kebajikan” (Bagian 1)

“Kita ingin menjaga dan terus melestarikan BJS agar tidak tergilas oleh perkembangan zaman,” ujarnya seraya menyebutkan hingga saat ini sudah ada 14.391 orang yang sudah bergabung dengan komunitas BJS.

Kata Qizink, belasan ribu anggota komunitas BJS tidak hanya didominasi oleh orang asli Serang, namun ada juga dari etnis Cina, Makassar, Sunda, dan ada juga warga Banten yang saat ini tinggal diluar negeri seperti di Timur Tengah, Malaysia, Hongkong dan Taiwan.

“Alasan mereka bergabung tentu berbeda-beda ya. Ada yang memang bergabung karena peduli dan merasa memiliki kewajiban untuk ikut melestarikan bahasa Jawa Serang, sampai mereka yang bergabung karena memang merasa memiliki ikatan batin dengan Banten,” ungkap Qizink yang mengaku komunikasi yang dijalin dengan belasan ribu anggota lainnya saat ini juga dilakukan melalui media sosial (medsos)

BACA :  Trick Art, Seni Lukis Tiga Dimensi

Dibagian lain. ia menerangkan bahwa pada zaman kesultanan, bahasa Banten dipengaruhi oleh Demak dan Cirebon, yang pada perkembangannya bahasa dari dua kesultanan tersebut telah bermertamorfosis menjadi bahasa Jawa Banten.

Namun menurutnya, di luar Banten, seperti di Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) dan Lampung, bahasa Jawa Banten lebih dikenal dengan bahasa Jaseng (Jawa Serang-red). Kini, Kota Serang yang berkedudukan sebagai ibu kota Propinsi Banten menjadi kota yang semakin heterogen, dimana warga masyarakatnya berasal dari berbagai suku bangsa dan bahasa yang berbeda, dan bahasa persatuan Indonesia menjadi alat komunikasi antar warga yang berbeda tersebut.

Nah, bagi anda khususnya masyarakat Banten yang juga ingin ikut melestarikan bahasa daerah Jaseng, atau ingin  belajar bahasa Jawa Serang, tentu tidak ada salahnya anda juga bergabung dengan komunitas ini. Selain banyak kegiatan yang dilakukan, salah satunya seperti yang dilakukan belum lama ini oleh BJS dengan cara menjaga kebersihan di kawasan Kraton Kaibon, pengetahuan dan wawasan anda terutama tentang sejarah kesultanan Banten pastinya bakal semakin tajam dengan diskusi-diskusi yang rutin dilakukan.

BACA :  Festival Bandrong Ditarget Pecahkan Rekor Muri, 1000 Pendekar Bakal Tari Kolosal di Alun-alun Kota Serang

“Kita tidak ada struktur organisasi karena semangat BJS adalah semangat masyarakat komunal, jadi tidak ada ketua,” katanya.

Jika anda berminat bergabung dengan komunitas BJS, anda bisa membuka halaman di bawah ini melalui akun Facebook ada dengan mengetik di mesin pencari FB anda. https://m.facebook.com/groups/101952843210908?refid=13. (Nda)

 

 

 

 



Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terpopuler