Connect with us

HIBURAN

Semarak Kompetisi B-Boy dan All Styles Dance International di Living World

Published

on

Pusat belanja saat ini telah berevolusi. Dari sekadar tempat pertemuan antara produsen dan konsumen, menjelma menjadi sebuah interaksi sosial. Bahkan lebih jauh telah menjadi ajang aktualisasi diri. Mall merupakan ruang bagi kawula muda untuk berkarya.

Pesan mall sebagai tempat adu kreativitas anak muda, dapat ditangkap dalam pergelaran Kompetisi B-Boy dan All Styles Dance International Radikal Forze di Living World, Alam Sutera.

Pusat belanja saat ini telah berevolusi. Dari sekadar tempat pertemuan antara produsen dan konsumen, menjelma menjadi sebuah interaksi sosial. Bahkan lebih jauh telah menjadi ajang aktualisasi diri. Mall merupakan ruang bagi kawula muda untuk berkarya.

Pesan mall sebagai tempat adu kreativitas anak muda, dapat ditangkap dalam pergelaran Kompetisi B-Boy dan All Styles Dance International Radikal Forze di Living World, Alam Sutera.

BACA :  Jadwal Dipersempit, Pelari Terkapar di Arena Lintasan

Menurut salah seorang panitia, Via Kurnia Putranti, kegiatan digelar untuk mengangkat kreativitas anak muda dan mengasah potensi anak muda di Indonesia. Dalam kegiatan ini, pihak panitia menggandeng Radikal Forze asal Singapura.

“Radikal Forze merupakan kompetisi dance international. Ada dua kategori yang dilombakan. Tujuannya untuk menuangkan kreativitas dan hobi anak muda dalam berbagai gaya,” katanya.

Peserta yang berhasil masuk nominasi di ajang ini, kata Via Kurnia, akan menjadi wakil Indonesia dalam Anniversary Radikal Forze ke 17 di Singapura.

“Pemenangnya akan disertakan dalam ajang yang sama di Singapura. Mereka otomatis jadi finalis enam besar di ajang itu,” terangnya.

Dalam kegiatan tersebut, puluhan peserta dari berbagai daerah di Jabodetabek berlomba unjuk kebolehan untuk menjadi yang terbaik. Panitia kegiatan juga mendatangkan tim penilai berkelas internasional yang sudah berpengalaman di bidangnya, seperti Bian Felix Huang, Farhan Nor, Xiao Mei, Semmy Blank, dan Abie Yudha Rianto.(Rus)

BACA :  Tim Volly Tangsel Melenggang ke Final setelah Tekuk Kota Tangerang 3-2



Darusssalam Jagad Syahdana mengawali karir jurnalistik pada 2003 di Fajar Banten--sekarang Kabar Banten--koran lokal milik Grup Pikiran Rakyat. Setahun setelahnya bergabung menjadi video jurnalis di Global TV hingga 2013. Kemudian selama 2014-2015 bekerja sebagai produser di Info TV (Topaz TV). Darussalam JS, pernah menerbitkan buku jurnalistik, "Korupsi Kebebasan; Kebebasan Terkorupsi".

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terpopuler