Connect with us

SENI & BUDAYA

Batik Khas Kota Tangerang Lengkapi Kekayaan Batik Indonesia

Published

on

Banten Hits.com – Siapa yang tidak tahu dengan batik?. Salah satu kesenian ini dipercaya telah dikenal sejak zaman Majapahit dan terus berkembang hingga kerajaan dan raja-raja berikutnya. Kesenian batik sendiri, secara umum meluas di Indonesia dan khususnya di pulau Jawa setelah akhir abad ke-XVIII.

 

Banten Hits.com – Siapa yang tidak tahu dengan batik?. Salah satu kesenian ini dipercaya telah dikenal sejak zaman Majapahit dan terus berkembang hingga kerajaan dan raja-raja berikutnya. Kesenian batik sendiri, secara umum meluas di Indonesia dan khususnya di pulau Jawa setelah akhir abad ke-XVIII.

Selain di Indonesia, Warisan budaya bangsa ini semakin dikenal dan popoler di mata dunia internasional sejak United Nations Educational, Scientific and Cultural Organisation (UNESCO) pada 2 Oktober 2009 lalu menyetujui batik sebagai warisan budaya tak benda yang dihasilkan Indonesia.

BACA :  Yuk, Ajak Anak ke Museum Benteng Heritage!

Satu hari setelah Hari Kesaktian Pancasila, atau tepatnya 2 Oktober 2009 pun ditetapkan sebagai Hari Batik Nasional. Bahkan wikipedia pun menulis bahwa tanggal tersebut tidak hanya menjadi Hari Batik Nasional, melainkan oleh UNESCO ditetapkan sebagai Hari Batik Sedunia

Di Indonesia, setiap daerah memiliki corak dan motif batik yang berbeda. Motif batik di suatu daerah biasanya menggambarkan ciri khas daerah tersebut. Sebut saja, batik Pekalongan, Semarang, dan Batik Banten yang dipatenkan sejak tahun 2003 lalu.

Lalu, tahukah anda, bahwa Kota Tangerang pun memiliki batik dengan berbagai corak dan motif, yang tentunya menggambarkan ciri khas dan ikon dari Kota yang punya semboyan “Bhakti Karya Adhi Kertarahardja” ini.

BACA :  KPJ Rangkasbitung Rilis Lagu saat Pandemi Corona, Judulnya 'Jangan Mudik Dulu'

Setidaknya, sudah ada 10 batik yang membanggakan masyarakat Kota Tangerang yang sudah di hak patenkan oleh Pemerintah Kota Tangerang. Sebut saja, Akhlakul Karimah, Barongsai, Cisadane 1, Cisadane 2, Masjid Al Azom, Nyimas Melati, Perahu Naga, Tangerang Herang dan Tari Cokek.

Septia Risda, salah satu pengusaha batik yang memproduksi batik khas Kota Tangerang ini mengaku, Kota Tangerang sudah memiliki batik khas sendiri. Risda menuturkan, dari 10 motif batik, saat ini sudah 7 motif batik yang diproduksi dan dipasarkan. Diantaranya, Akhlakul Karimah, Cisadane 1, Nyimas Melati, Perahu Naga,  dan Tangerang Herang,

“Untuk batik khas Kota Tangerang, adalah cap tulis dan colek yang pengerjaanya hanya dikerjakan dengan tangan, tanpa campur tangan mesin dalam motif yang melekat dalam kain,” ungkap Risda.

BACA :  Thiong Hoa Rayakan Imlek

Risda menuturkan, motif-motif batik Kota Tangerang menggambarkan dan menceritakan Kota Tangerang itu sendiri. Misalnya, kata dia, pada motif Tangerang Herang, menggambarkan pendopo, pintu air, perahu naga, sungai dan juga melati, yang kesemuanya merupakan ikon dan ciri khas, serta kebudayaan yang ada di Kota Tangerang.

Soal harga, batik khas Kota “Benteng” ini dibandrol dengan harga yang bervariatif. Mulai dari Rp.150 ribu hingga Rp.1,5 juta. Jenis batik yang dihasilkan pun bervariatif, kemeja untuk pria dan wanita, dress, kain, dan lain-lain. (Nda)



Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terpopuler