Connect with us

METROPOLITAN

Airin Diperiksa KPK Terkait Suap Pilkada Lebak

Published

on

Banten Hits.com – Penyidikan kasus suap Pilkada Lebak Banten terus bergulir di KPK. Setelah menetapkan peserta Pemilukada Lebak Amir Hamzah – Kasmin sebagai tersangka, KPK terus melakukan pemeriksaan saksi-saksi terkait yang melibatkan mantan Ketua MK Akil Mohtar, Mantan Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah bersama adiknya, Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan.

 

Banten Hits.com – Penyidikan kasus suap Pilkada Lebak Banten terus bergulir di KPK. Setelah menetapkan peserta Pemilukada Lebak Amir Hamzah – Kasmin sebagai tersangka, KPK terus melakukan pemeriksaan saksi-saksi terkait yang melibatkan mantan Ketua MK Akil Mohtar, Mantan Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah bersama adiknya, Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan.Jumat (17/10/2014) siang, giliran Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Airin Rachmi Diany, yang merupakan isteri Wawan diperiksa KPK.
 
“Diperiksa sebagai saksi untuk tersangka AH (Amir Hamzah) dan K (Kasmin),” kata Kepala Bagian Pemberitaan dan Informasi KPK, Priharsa Nugraha seperti dilansir vivanews.com.
 
Diketahui, KPK resmi menetapkan Amir Hamzah dan Kasmin sebagai tersangka dalam perkara dugaan pemberian suap terkait penanganan Pilkada Kabupaten Lebak, di Mahkamah Konstitusi (MK), Kamis, 25 September 2014.

BACA :  Pertama di Banten, Kejari Lebak Terapkan Restorative Justice Kasus Penganiayaan Bocah SD

Amir Hamzah dan Kasmin adalah calon bupati dan wakil bupati Lebak Tahun 2013. Keduanya diduga memberikan suap bersama-sama dengan Ratu Atut Chosiyah dan Tubagus Chaeri Wardana kepada Ketua Mahkamah Konstitusi pada waktu itu, Akil Mochtar.

“Diduga memberi uang atau janji dengan mengingat kekuasaan dan jabatan wewenang yang melekat pada kedudukannya bersama-sama TCW dan RAC,” kata Juru Bicara KPK, Johan Budi.

Keduanya disangkakan melanggar Pasal 6 ayat 1 huruf a atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tipikor jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana. (Rus)

 

 

 



Darusssalam Jagad Syahdana mengawali karir jurnalistik pada 2003 di Fajar Banten--sekarang Kabar Banten--koran lokal milik Grup Pikiran Rakyat. Setahun setelahnya bergabung menjadi video jurnalis di Global TV hingga 2013. Kemudian selama 2014-2015 bekerja sebagai produser di Info TV (Topaz TV). Darussalam JS, pernah menerbitkan buku jurnalistik, "Korupsi Kebebasan; Kebebasan Terkorupsi".

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terpopuler