Connect with us

EKONOMI & BISNIS

Harga Beras Diprediksi Turun Saat Banten dan Jawa Barat Panen Raya

Published

on

Banten Hits.com – Kenaikan harga beras dipasaran diprediksi baru akan dapat teratasi pada bulan Maret mendatang. Adanya panen raya di daerah Jawa Barat dan Banten diharapkan dapat menjadi solusi kembalinya harga beras ketitik normal.

 

Banten Hits.com – Kenaikan harga beras dipasaran diprediksi baru akan dapat teratasi pada bulan Maret mendatang. Adanya panen raya di daerah Jawa Barat dan Banten diharapkan dapat menjadi solusi kembalinya harga beras ketitik normal.

Asisten Bidang Pemerintahan Kota Tangerang, Saeful Rohman mengatakan bahwa saat ini distribusi beras yang masuk ke Kota Tangerang lebih banyak berasal dari Demak, sementara wilayah lain tidak terlalu banyak menyuplai karena gagal panen.

Ia juga mengatakan tingginya harga beras belakangan ini lebih disebabkan akibat terjadinya gagal panen di daerah yang menjadi daerah penyuplai. Selain itu, faktor lainnya yang menyebabkan beras melambung adalah lantaran lambatnya pendistribusian beras akibat terjadinya banjir sehingga lambat terkirim dan membuat ongkos kirimnya pun menjadi naik.

“Beras yang ada sekarang ini kebanyakan berasal dari Demak. Di Demak sendiri terjadi penurunan produksi,” tegasnya.

Akan tetapi kondisi ini diprediksi akan kembali normal pada Maret mendatang, pasalnya beberapa daerah di Jawa Barat dan Banten yang selama ini juga menjadi wilayah pemasok beras akan mengalami panen raya, sehingga pasokan akan kembali normal.

Saeful juga mengatakan pihaknya sudah melakukan sidak kebeberapa pasar yang ada di Kota Tangerang untuk mengecek ketersediaan beras dan mengantisipasi praktek penimbunan oleh penjual.

Dari hasil sidak dikatakannya stok beras untuk di Kota Tangerang aman dan tidak ditemukan adanya praktek penimbunan. “Stok aman hanya saja harganya masih tinggi, kalau untuk penimbunan kami tidak temukan karena penjual juga tidak ingin mengambil resiko karena bila terlalu lama akan mengurangi kualitas barang,” tegasnya.

Sementara berdasarkan pantauan di sejumlah pedagang, memang tidak terjadi kelangkaan pada beras. Para pedagang menyatakan bahwa ketersediaan beras saat ini masih stabil. Hanya saja pasokan yang diterimanya berkurang dan harganya melonjak dari sebelumnya.

Hendra (33) salah seorang pedagang beras Pasar Anyar mengatakan kenaikan beras terjadi sejak minggu kedua bulan Februari 2015. Kenaikan berkisar 10-15 persen tergantung kepada jenis beras.

Untuk beras dengan kualitas paling rendah dari harga yang biasanya Rp 7.500 menjadi Rp 8000, adapun untuk beras dengan kualitas sedang dari harga yang biasanya Rp 8000 menjadi Rp 9000. (Dini)

 

BACA :  Hingga 2026, Maskapai Lion Air Pesan 468 Pesawat

 

 



Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terpopuler