Connect with us

EKONOMI & BISNIS

Wujudkan GCG, AP II Gandeng Jamdatun

Published

on

Banten Hits.com  – Untuk mewujudkan tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance/GCG), PT Angkasa Pura II menggandeng Jaksa Agung Muda Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara Kejaksaan RI atau JAM Datun.

Hal ini dilakukan, karena PT Angkasa Pura II tengah getol mengelola dan mengembangkan bandara-bandara yang ada di sejumlah wilayah Indonesia.

Banten Hits.com  – Untuk mewujudkan tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance/GCG), PT Angkasa Pura II menggandeng Jaksa Agung Muda Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara Kejaksaan RI atau JAM Datun.

Hal ini dilakukan, karena PT Angkasa Pura II tengah getol mengelola dan mengembangkan bandara-bandara yang ada di sejumlah wilayah Indonesia.

BACA :  Sidak, Komisi II DPRD Lebak Sebut Harga Sembako Jelang Ramadan Stabil

Kerjasama tersebut dituangkan dalam Kesepakatan Bersama tentang Penanganan Masalah Hukum Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara yang ditandatangani oleh Direktur Utama PT Angkasa Pura II (Persero) Budi Karya Sumadi dan JAM Datun Nur Rochmad, Selasa (31/03/2015).

Dalam siaran pers yang diterima Banten Hits.com dari Humas PT Angkasa Pura II disebutkan, ruang lingkup kerjasama yang disepakati bersama ini lebih difokuskan dalam Bidang Hukum Perdana dan Tata Usaha Negara, meliputi pemberian bantuan hukum, pertimbangan hukum, serta tindakan hukum lain terkait penanganan permasalahan perdata dan tata usaha negara oleh Jaksa Pengacara Negara kepada PT Angkasa Pura II (Persero).

Menurut Direktur Utama PT Angkasa Pura II, Budi Karya Sumadi, kesepakatan bersama dengan JAM Datun adalah salah satu upaya dalam menerapkan GCG untuk menghindari hal yang tidak diinginkan terkait dengan hubungan PT Angkasa Pura II (Persero) dengan pihak lain.

BACA :  Penjual Kulit Ketupat Mulai Marak

“Terlebih kami saat ini tengah menjalin kerjasama dengan sejumlah pihak dalam pengembangan bandara-bandara,” ujarnya.

Sebagaimana diketahui, saat ini PT Angkasa Pura II tengah melakukan pengembangan di hampir seluruh bandara yang dikelola, termasuk di Bandara Internasional Soekarno-Hatta yang merupakan bandara tersibuk dan terbesar di Indonesia dengan nilai investasi periode 2007 hingga 2020 sedikitnya Rp26 triliun.

Adapun Bandara Internasional Soekarno-Hatta saat ini berada di peringkat 57 dunia versi Skytrax, dan ditargetkan seiring dengan berbagai pengembangan yang dilakukan sedikitnya dapat bergabung di jajaran bandara 15 besar terbaik dunia.

Sementara itu, JAM Datun Nur Rochmad berjanji pihaknya akan mendukung PT Angkasa Pura II supaya berkonsentrasi dalam melakukan berbagai pengembangan. “Sehingga posisi Bandara Internasional Soekarno-Hatta dapat terus membaik di daftar bandara-bandara terbaik di dunia,” pungkasnya. (Uud)

BACA :  Laba Bersih PT Midi Utama Indonesia Tbk Naik 49,9 Persen



Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *




Terpopuler