Connect with us

OPINI

Selamat Ulang Tahun Kota Santri ke – 141

Published

on

Banten Hits – Pandeglang dalam percaturan sejarah kesultanan Banten telah terbukti merupakan daerah yang strategis. Hal ini bisa terlihat dari berbagai peninggalan sejarah yang terdapat di wilayah Pandeglang.

Semua itu bukan hanya membekas pada benda yang berwujud, tapi juga membekas pada kultur kehidupan masyarakat Pandeglang.

Peninggalan sejarah kesultanan Banten masih nampak terlihat dari seni budaya yang ada di Pandeglang. Misalnya saja, Pandeglang merupakan Kota Santri dan Pandeglang terkenal dengan daerah yang historis, patriotis dan agamis. Julukan ini tidak serta merta timbul dengan sendirinya, akan tetapi merupakan bentangan sejarah telah mencatatnya.

Saat ini Pandeglang tetap merupakan wilayah yang strategis di wilayah Provinsi Banten. Sejarah kembali mencatat, Pandeglang dengan tokoh-tokoh masyarakatnya memberi andil besar dalam pembentukan Provinsi Banten. Sejarah Pandeglang mencatat juga, bahwa saat dipimpin oleh Bupati Dr. H. R. A. Dimyati Natakkusumah S.H,M.H. M.Si Sekolah Dasar dan Madrasah Ibtidaiyah Negeri dan Swasta di Kabupaten Pandeglang Bebas Biaya Sekolah dan pada tahun 2007 pembangunan sarana pendidikan dibangun dengan menggunakan rangka baja.

BACA :  Ring Roads Solusi Antisipasi Kemacetan Kota Rangkasbitung Akibat Adanya Jalan Tol

Namun sangat disayangkan bila dilihat keadaan pandeglang sekarang, mulai dari Pendidikan, Ekonomi, Infrastruktur dan Kesehatan Pandeglang kurang memadai, padahal Kota Ini telah berdiri 141 tahun, yaitu sejak sejak tanggal 1 April 1874.

Permasalahan pandeglang saat ini makin carut, di pimipin oleh seorang penguasa yang entah kemana dibawa arahnya, kota yang kami dambakan, menjadi suatu kota yang semakin tertinggal. Pandeglang sayang, Pandeglang malang.

Padahal sebelumnya animo Masyarakat kepada sang Bupati sangatlah baik, sehingga mereka meyakini sang penguasa memberikan perubahan kepada hal yang lebih baik lagi, namun apalah daya harapan rakyat hanya menjadi selentingan-selentingan kecil yang tak dianggapnya.

Dalam Bidang Pendidikan saja, menurut Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pandeglang Dadan T Daniel menyatakan sekitar 30 persen dari 810 sekolah dasar di daerah itu belum memiliki perpustakaan. Padahal perpustakaan merupakan salahsatu penunjang pendidikan

BACA :  Waduk Karian Harus Sejahterakan Rakyat !

Pemerintah sekarang, dalam hal ini Drs Erwan Kurtubi, M.M selaku bupati pandeglang telah banyak menghilangkan identitas-identitas pandeglang, dimulai dari banyak didirikanya Alfamaret atau Indomaret, bahkan . jadi jangan heran kalau bupati dijuluki Bapak Waralaba.

Di Kecamatan Menes aja terdapat 5 alfamaret/indomaret. Ini jelas-jelas bahwa membunuh rakyat secara perlahan. Bagaimana tidak, bagi saya adanya alfa/indomaret ini adalah hal yang menyenangkan, tapi bagi rakyat kecil, usaha mereka terancam tutup karena kalah saing oleh warnng elite tersebut.

Selain itu Pembangunan jalan di Pandeglang juga tidak kalah hebat, banyak sekali jalan-jalan di pandeglang rusak, bukan hanya di daerah pedalaman didaerah dekat dengan Kabupatenpun tidak terhitung jumlah kerusakan jalan, mungkin karena perbaikan jalannya “ATUT” (Asal Tambal Urusan Tuntas).

BACA :  Tarik Menarik di “Kandang Banteng”

Dibidang kesehatan juga pandeglang dinilai buruk, sebut saja di kecamatan Labuan terdapat beberapa warga yang kena Gizi Buruk, ini merupakan jelas-jelas kesalahan sang “Pamarentah”. Padahal bila dilihat dikecamatan ini merupakan salahsatu kecamatan yang pendapatanya besar.

Untungnya penguasa Pandeglang ini akan berakhir akhir tahun ini, saya yakin dan percaya bahwa bupati selanjutnya akan membawa pandeglang menuju pandeglang BERKAH ( Bersih, Elok, Kuat, Aman dan Hidup).

Maka dari itu saya mengajak kepada seluruh rakyat Pandeglang, jangan salah pilih. Rusa saja tidak akan masuk dalam lubang yang sama, apalagi saudara-saudara merupakan makhluk yang paling sempurna. Merdeka!!!

Selamat Ulang Tahun Kabupaten Pandeglang yang ke 141 tahun, semoga Menjadi Kabupaten yang semakin maju, bukan menjadi kota Litbang (Sulit Berkembang). Mfs

Penulis adalah: Miftahul Farid Sukur, Presiden Mahasiswa Universitas Pasundan Bandung



Darusssalam Jagad Syahdana mengawali karir jurnalistik pada 2003 di Fajar Banten--sekarang Kabar Banten--koran lokal milik Grup Pikiran Rakyat. Setahun setelahnya bergabung menjadi video jurnalis di Global TV hingga 2013. Kemudian selama 2014-2015 bekerja sebagai produser di Info TV (Topaz TV). Darussalam JS, pernah menerbitkan buku jurnalistik, "Korupsi Kebebasan; Kebebasan Terkorupsi".

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terpopuler