Connect with us

METROPOLITAN

Digantung Perusahaan, Buruh Jabatek Ngadu ke DPRD

Published

on

Banten Hits.com –  Tidak dipekerjakan dan tidak diberikan gaji alias digantung pihak perusahaan sejak Januari 2015, buruh Jabatek, Rabu (8/4/2015) mengadu ke DPRD Kota Tangerang. Buruh meminta DPRD turun tangan dalam kasus yang dialami para buruh.

Aksi yang dilakukan buruh Jabatek dilakukan didepan pintu masuk Puspemkot Tangerang, ratusan orang buruh dalam aksinya melakukan orasi dan meminta mediasi bersama dengan pihak DPRD.

Banten Hits.com –  Tidak dipekerjakan dan tidak diberikan gaji alias digantung pihak perusahaan sejak Januari 2015, buruh Jabatek, Rabu (8/4/2015) mengadu ke DPRD Kota Tangerang. Buruh meminta DPRD turun tangan dalam kasus yang dialami para buruh.

Aksi yang dilakukan buruh Jabatek dilakukan didepan pintu masuk Puspemkot Tangerang, ratusan orang buruh dalam aksinya melakukan orasi dan meminta mediasi bersama dengan pihak DPRD.

BACA :  Guru Ngaji di Ibu Kota Banten Dapat Honor Rp200 ribu Setiap Bulan, Pemkot: Realisasi di APBD Perubahan

“Hari ini kita kembali menerima pengaduan buruh Jabatek, sebelumnya kami sudah berusaha memanggil pihak perusahaan akan tetapi pihak perusahaan masih mangkir,” kata Ade Suryadi, anggota komisi 2 DPRD Kota Tangerang yang menemui buruh.

Dikatakan Ade, setidaknya 700 buruh hingga saat ini digantung nasibnya oleh perusahan yang bergerak dalam bidang tekstil ini. Ratusan buruh ini tidak dipekerjakan dan tidak dibayarkan gajinya.

“Tidak ada alasan jelas kenapa pihak perusahaan melakukan ini, buruh ini tidak disuruh bekerja dan masuk pabrik, tapi tidak juga di phk, gaji mereka juga digantung,” tuturnya.

Untuk itulah kata Ade, komisi 2 akan segera melakukan pemanggilan kembali kepada pihak perusahaan untuk menyelesaikan masalah ini.

BACA :  Gudang Minuman Ringan di Cikupa Ludes Terbakar

“Kita akan segera agendakan pemanggilan pihak perusahaan untuk yang ketiga kalinya, kalau diperlukan pemanggilan paksa, kita juga berkordinasi dengan pihak Disnaker terkait hal ini dan juga kepolisian,” pungkasnya.

Usai berorasi dan diterima oleh DPRD, para buruh lalu membubarkan diri dengan pengawalan pihak kepolisian. (Uud)



Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terpopuler