Connect with us

METROPOLITAN

BPN Lebak Enggan Sebut Nama Pemohon Sertifikat Ganda Lahan SDN 8 MCT

Published

on

Banten Hits – Selain diminta memblokir sertifikat atas nama Pemerintah Daerah Kabupaten Lebak pada sebidang lahan yang saat ini berdiri sebuah bangunan SDN 8 Muara Ciujung Timur (MCT), Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Lebak juga diminta menjelaskan secara detail ihwal penerbitan sertifikat di lahan yang juga sudah bersertifikat hibah/wakaf dan diterbitkan pada bulan Oktober 1993 dengan nomor sertifikat 10.02.01.18.1.00493.

“Di masing-masing risalahnya saja berbeda. Di sertifikat yang dipegang warga itu adalah wakaf, tapi yang atas nama Pemda itu adat. Jadi, kami minta benar BPN bisa menjelaskan bagaimana dasar terbitnya sertifikat itu,” kata Ketua RW 19, Kelurahan MCT, Fahdi Khalid, di Kantor BPN Lebak, Senin (11/5/2015).

BACA :  Target PAD RSUD Berkah Pandeglang Meleset karena Tunggakan BPJS Mencapai Rp 6,2 M

Menjawab pertanyaan tersebut, Suroji, Jasi HTPT BPN Lebak, mengaku, karena berkasnya baru saja diterima, pihaknya akan menyerahkan terlebih dahulu kepada atasannya. Setelah itu barulah akan dilakukan kajian ulang terhadap terbintnya sertifikat yang ditertibkan pada tahun 2006 tersebut.

“Baru hari ini kita terima, jadi kita minta waktu untuk dikaji ulang dulu,” jelasnya.

Namun, saat ditanya wartawan ihwal siapa pemohon sertifikat yang diterbitkan atas nama Pemda Lebak, dirinya enggan menyebutkan.

Menurutnya, setiap data pemohon yang sudah masuk ke BPN merupakan rahasia negara yang tidak bisa disampaikan ke masyarakat. Padahal data tersebut terbilang masih baru lantaran diterbitkan pada tahun 2006.

“Mohon maaf, setiap data yang sudah dimasukkan ke BPN tidak bisa kami sampaikan karena menjadi rahasia negara,” kilahnya. (Uud)

BACA :  Ditinggal Istri Kerja, Pria di Serpong Garap Anak Sendiri



Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terpopuler