Connect with us

METROPOLITAN

Dewan Sesalkan Masih Ada Sekolah Rusak di Kota Tangerang

Published

on

Banten Hits – Rusaknya sejumlah ruang kelas di SMAN 6 Kota Tangerang disesalkan kalangan anggota dewan.

Ketua Komisi IV DPRD Kota Tangerang Apanudin bahkan menuding Pemkot Tangerang tidak tegas mengambil kebijakan untuk melakukan pembangunan dan perbaikan terhadap kondisi gedung sekolah yang rusak tersebut.

Karena sepengetahuannya Pemkot Tangerang sudah menganggarkan sebesar Rp 4,2 Milyar dalam APBD tahun 2015.

“Itu semua berikut peralatan meja, kursi dan lain-lain. Melihat kondisi sekolah ini, seharusnya sudah bisa masuk dalam proses pembangunan,” kata Apanudin saat melakukan sidak ke SMAN 6 Kota Tangerang.

Dalam sidak itu, Komisi IV mendapati sejumlah ruang kelas di SMAN 6 Kota Tangerang dalam kondisi rusak parah. Bahkan di salah satu ruang kelas ada yang atapnya terpaksa disanggah dengan menggunakan balok kayu, karena khawatir roboh.

BACA :  Bupati Irna Rombak Pejabat Eselon II dan III, Nasib Eselon IV?

Menurut Apanudin belum dilakukannya pembangunan dan perbaikan terhadap ruang kelas gedung SMAN 6 yang rusak parah, karena Pemkot Tangerang tidak berani menyikapi aturan yang diberlakukan oleh pemerintah pusat terkait pengelolaan SMA/SMK yang dikembalikan kepada pemerintah propinsi.

“Aturan itu kan belum berjalan, sehingga masih bisa dilakukan di tingkat kota dan kabupaten,” jelasnya.

Untuk diketahui, pengelolaan Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) baik swasta ataupun negeri akan berada di bawah pengelolaan pemerintah provinsi.

Perubahan ini berdasarkan Undang-Undang nomor 32 tahun 2004 menjadi Undang Undang nomor 23 tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah. Nantinya manajemen pengelolaan sekolah akan diurus oleh pemerintah provinsi, tidak lagi oleh pemerintah kabupaten-kota. (Uud)

BACA :  Apartemen di Tangerang Jadi Tempat Penyimpanan Sabu Selundupan dari Malaysia



Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terpopuler