Connect with us

METROPOLITAN

Tuding Limbah B3 Dijual Bebas, Massa Desak Dewan Panggil Pihak RSUD Adjidarmo

Published

on

Banten Hits – Puluhan massa dari Koalisi Lembaga Swadaya Masyarakat Bersatu (KLB) Kabupaten Lebak, Kamis (21/5/2015), menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Lebak.

Aksi yang digelar di gedung wakil rakyat tersebut untuk meminta Dewan segera memanggil manajemen RSUD Adjidarmo, terkait dengan jual beli limbah B3 (jarum infus, jarum suntik, bekas obat-obatan, botol infus) yang diperjualbelikan secara bebas ke pengusaha di Rangkasbitung.

Entis Sutisna, salah satu pengunjuk rasa, dalam orasinya, mengatakan, limbah seharusnya bukan diperjualbelikan secara ilegal melainkan harus dimusnahkan. Pasalnya, limbah beredar di masyarakat akan mengancam kesehatan warga.

“Limbah ini sangat berbahaya, jadi tidak seharusnya dijual bebas. Untuk itu, kami minta DPRD segera memanggil pihak RSUD terkait hal ini,” tegas Entis.

BACA :  Razia Yustisi, Puluhan Penguhuni Kos-kosan di Cilegon dan WN Korea Dijaring

Selain meminta Dewan memanggil manajemen RSUD, massa juga mendesak Bupati Lebak, Iti Octavia Jayabaya untuk mencopot jabatan Dirut RSUD Adjidarmo.

“Bupati Iti harus serius menyikapi hal ini dengan memberikan tindakan tegas terhadap penjualan limbah rumah sakit tersebut,” tambah Novi, pengunjuk rasa lainnya.

Sementara itu, Kabag Humas RSUD Adjidarmo Rangkasbitung, Budi, membantah tudingan tersebut.

Ia mengatakan, terhadap limbah B3 pihaknya sudah melakukan penanganan dengan cara dipilah-pilah oleh petugas sanitasi rumah sakit.

“Kepada petugas sanitasi sudah kita lakukan pembinaan untuk melakukan pemilahan sampah medis dan non medis agar dimusnahkan. Pemusnahan limbahnya pun sudah dipihak ketigakan kepada PT Wastek Cilegon,” pungkasnya. (Uud)

BACA :  Kota Tangerang Raih Adipura Kencana


Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terpopuler