Connect with us

METROPOLITAN

Santri Tangerang Raya Tolak Paham ISIS

Published

on

Banten Hits – Ratusan santri se-Tangerang Raya berkumpul di Pondok Pesantren Al-Badar Desa Sukamurni, Kecamatan Balaraja, Kabupaten Tangerang, Rabu, (29/5/2015). Dalam acara yang diprakarsai Institute Banten of Study ini, santri Tangerang Raya sepakat menolak keberadaan ISIS di Indonesia.

H. Weskurni dari FSPP mengatakan, santri maupun pelajar harus mempunyai pondasi keislaman yang kuat supaya tidak bisa dipengaruhi oleh paham dan ajaran yang menyimpang.

“Kita harus seperti ikan yang hidup bukan ikan yang mati. Karena kalau kita jadi ikan yang mati dikasih garam ikut asin, dikasih gula jadi ikut manis. Jadilah seperti ikan yang hidup tidak terpengaruh ketika dikasih garam ataupun gula,” ungkapnya ketua Yayasan Ponpes Al-Badar ini.

BACA :  Dibubarkan, HTI Sebut Pemerintahan Jokowi Rezim Represif

Sementara itu, Muhamad Darif ketua FKPMB Provinsi Banten menyatakan, jihad itu bukan perang melawan orang kafir. Ataupula, perang melawan sesama muslim, tapi jihad itu menjaga keutuhan NKRI.

“Jihad itu bukanlah dalam artian selalu perak fisik saja. Tetapi melawan hawa nafsu juga bagian dari jihad,” ujarnya.

Menurut Muctar Anshori Attijani ketua PMII Banten menjelaskan, pergerakan ISIS bermula saat melawan invasi Amerika Serikat (AS). Gerakan radikal seperti ISIS sangat tidak cocok masuk ke wilyah NKRI.

“Doktrin dan paham yang salah dari ISIS sangat berbahaya di Indonesia. Jangan sampai sesama warga negara sendiri, saling menghancurkan, agama islam mengajarkan untuk hidup damai,” jelasnya.(Rus)

BACA :  Pelototi Layanan e-KTP di Tangerang, Ini Temuan Ombudsman



Terpopuler