Connect with us

METROPOLITAN

Dongkrak PAD, Kabupaten Tangerang Bakal Naikan Retribusi Izin Gangguan

Published

on

Banten Hits – DPRD Kabupaten Tangerang menilai restribusi izin gangguan atau Hinder Ordonantie (HO) di wilayah Kabupaten Tangerang masih terlalu rendah. Padahal masih banyak potensi-potensi yang belum terlihat dan perlu digali. Untuk itu, dewan mengusulkan supaya Pemkab Tangerang menaikan retribusi HO supaya bisa mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor tersebut.

Usulan ini sebagaimana disampaikan Wakil Ketua Pansus Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Izin Gangguan DPRD Kabupaten Tangerang Ahyani.

Ahyani mengatakan, untuk merealisasikan itu, pihaknya bakal segera mengesahkan raperda Izin Gangguan menjadi peraturan daerah (perda). Namun sebelum perda tersebut disahkan, pihaknya akan melakukan study banding terlebih dahulu ke beberapa tempat.

BACA :  Kepala Desa Dituntut Susun LPPD Transparan dan Akuntabel

“Seperti sekarang ini kami sudah lihat di daerah Jawa Barat, di sana malah lebih rendah dari pada kami. Karena mereka ingin menarik para investor terlebih dahulu untuk masuk ke daerahnya. Tapi ini masih hanya sebatas rencana, karena perlu perbandingan dulu,” ujarnya.

Menurutnya, Kabupaten Tangerang perlu menggarap potensi-potensi yang belum tergali. Ia menilai pertumbuhan usaha di wilayah yang terkenal dengan julukan kota seribu industri ini terus mengalami perkembangan. Oleh karenanya pemerintah perlu melakukan perubahan peraturan dalam meningkatkan PAD.

“Jika dilihat dari potensi yang ada, maka pemerintah wajib melakukan inovasi-inovasi baru. Fungsinya jelas untuk meningkatkan PAD Kabupaten Tangerang,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Pansus Raperda Izin Gangguan Agus Abdul Salam mengatakan, pihaknya akan melakukan pengklasifikasian berdasarkan kapasitas perusahaan itu sendiri.

BACA :  Satpol PP Kota Cilegon Kumpulkan Pengelola Hiburan Malam yang Kerap Membandel

“Angkanya sendiri masih dalam tahap pembahasan antara DPRD dengan eksekutif pemerintah. Kalau sudah cocok baru lah kami dijadikan Perda,” jelasnya. (Uud)



Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *




Terpopuler