Connect with us

METROPOLITAN

Hasil Tes Diundur, Imala Khawatir Ada Intervensi Penentuan Komisioner KTP Lebak

Published

on

Banten Hits – Panitia seleksi (Pansel) calon anggota Komisi Transparansi dan Partisipasi (KTP) Kabupaten Lebak periode 2015-2018 pada Senin-Selasa pekan lalu sudah melakukan tes wawancara terhadap 36 peserta calon anggota KTP yang sebelumnya telah dinyatakan lolos pada tes tulis.

Pengumuman hasil tes wawancara yang sedianya akan dilakukan pada Senin (1/6/2015) diundur. Pansel mengundur hasil tersebut menjadi Rabu (3/6). Namun, hingga saat ini Pansel belum juga mengumumkan hasil tes ke 18 peserta yang telah lolos tes wawancara.

Tak ayal, langkah Pansel yang kembali menunda pengumuman hasil tes wawancara tersebut mengundang kritik. Pasalnya, dengan kembali ditundanya pengumuman dikhawatirkan adanya intervensi yang bisa mempengaruhi Pansel untuk mengumumkan nama-nama yang memang sebelumnya sudah dinyatakan lolos tes wawancara oleh Pansel.

BACA :  Diperkosa Ayah Kandung, Remaja di Tangerang Hamil 7 Bulan

“Tentu ini bisa mengundang pertanyaan, kenapa Pansel kembali menunda kedua kalinya untuk mengumumkan hasil tes wawancara para peserta yang lolos dari tes tulis,” ujar Ketua Ikatan Mahasiswa Lebak (Imala), Feri Hermawan, kepada Banten Hits, Rabu (3/6/2015).

Menurut Feri, jika memang alasan penundaan pengumuman tersebut logis dan masuk akal tentu hal itu tidak menjadi masalah.

Namun, yang dikhawatirkan adalah adanya muatan politis dan intervensi dari pihak-pihak yang memang mempunyai kepentingan dalam menentukan para Komisioner KTP jilid IV tersebut.

“Jangan sampai ini jadi celah dibukanya ruang lobi-lobi antara pihak yang berkepentingan dengan Pansel. Jadi, saya harapkan benar diundurnya pengumuman ini bukan karena ada muatan lobi atau politis,” tegasnya.

BACA :  Ibu Tiri Penganiaya akan Jalani Tes Kejiwaan

Untuk itu, lanjut Feri, Pansel harus benar-benar menerangkan secara logis kepada publik terkait dengan kembali diundurnya pengumuman ini.

“Ya, Pansel harus bisa sampaikan alasan yang logis kepada publik, agar baik Pansel maupun calon anggota KTP yang nantinya terpilih itu benar-benar tidak diragukan dan bersih dari penilaian titipan dan politis,” paparnya. (Uud)



Terpopuler