Connect with us

METROPOLITAN

Warga Tiga Kampung di Cilegon Bongkar Paksa Warem di Pulomerak

Published

on

Banten Hits – Ratusan warga dari tiga kampung di Kelurahan Mekarsari, Kecamatan Pulomerak, Selasa (2/6/2015) malam, membongkar paksa warung remang-remang (warem) yang bertebaran disekitar lingkungan Pulomerak.

Wartawan Banten Hits, Iyus Lesmana melaporkan, sebelum membongkar paksa, ratusan warga yang berasal dari Kampung Sukajaya Mekarjaya dan Kampung Baru, Kelurahan Mekarsari Kecamatan Pulomerak itu berkumpul di salah satu rumah tokoh masyarakat.

Dari situ, warga baru bergerak menuju lokasi sasaran di jalan menuju Pelabuhan Merak yang banyak berdiri warung remang-remang.

Warga yang tidak terima pemukimannya dijadikan sarang maksiat tak bisa membendung amarahnya. Mereka kemudian secara bersama-sama membongkar paksa warung remang-remang yang saat itu dalam kondisi terkunci.  

BACA :  CCTV di Kamar Mandi Mahasiswi Sudah Terpasang Selama 2 Tahun

“Kita sudah tidak bisa mentoleransi, keberadaan warung remang-remang ini harus kita bongkar malam ini juga karena sangat meresahkan masyarakat sekiar. Adanya warung remang-remang ini banyak warga yg sering berkelahi akibat mengkonsumsi minuman keras,” tutur Parlan, warga kampung baru yang juga ikut melakukan sweeping warung remang-remang beserta warga lainnya.

Faturohman, Ketua Pemuda Kampung Baru Kelurahan Mekarsari Kecamatan Pulomerak mengaku, sebelumnya warga sekitar sudah memperingatkan kepada sejumlah pengelola warung remang-remang untuk menutup tempat usahanya.

Warga menilai keberadaan warung remang-remang telah menyebabkan wilayah pemukiman warga menjadi tidak aman dan nyaman, karena seringkali terjadi keributan.

“Biasanya pengunjung yang datang ke warung, pasti dalam keadaan mabuk akibat mengkonsumsi minuman keras. Tak jarang berbuat onar dengan berteriak-teriak ditengah kampung. Sehingga memancing emosi warga dan berakhir dengan pertengkaran,” ungkapnya.

BACA :  Empat Pemuda di Tangerang 'Hilang Akal' Gegara Wanitanya Ketemuan dengan Orang Lain, Satu Terkapar

Selain di wilayah pemukiman warga sering terjadi keributan, keberadaan warung tersebut juga disinyalir menjadi sarang transaksi narkoba dan prostitusi.

“Kemarin ada warga yang memergoki ada seorang yang tidak dikenal, diduga melakukan transaksi narkoba. Karena saat dilakukan pengejaran oleh warga, orang tersebut terlihat membuang bungkusan kecil yang diduga itu narkoba jenis sabu-sabu. Lalu kami serahkan barang bukti tersebut ke petugas kepolisian,” ungkapnya. (Uud)



Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *




Terpopuler