Connect with us

METROPOLITAN

Mahasiswa Minta Kejari Usut Dugaan Pungli Uang Sertifikasi di Lebak

Published

on

Banten Hits – Elemen mahasiswa meminta aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas dugaan pungutan liar (pungli) pada uang sertifikasi terhadap para guru penerima di Kecamatan Gunungkencana, Kabupaten Lebak.

Hal tersebut setelah LBH HAM DPD KNPI Lebak melaporkan dugaan pungli yang dilakukan UPT Disdik Kecamatan Gunungkencana kepada Kejaksaan Negeri (Kejari) Rangkasbitung.

“Harus diusut tuntas dan proses nya pun harus dilakukan dengan transparan,” pinta Ketua Umum Ikatan Mahasiswa Lebak (Imala) Feri Hermawan, kepada Banten Hits, Selasa (9/6/2015).

Menurutnya, jika dugaan tersebut benar adanya, maka dalam penanganan proses hukum nya juga harus sampai ke akar-akarnya. Selain itu, ia menduga jika hal tersebut juga bisa saja terjadi di UPT lainnya.

BACA :  Parah! Tak Dapat Fasilitas Dari Panitia, Dewan Juri Pandeglang Culture Festival Ngampar

“Jangan sampai prosesnya hanya sampai berhenti di tingkat bawah saja, harus benar-benar diusut tuntas,” serunya.

Sementara itu, Kasi Pidsus Kejari Rangkasbitung, Aryus Martadinata, mengaku, laporan yang diterimanya sudah disampaikan kepada Kepala Kejari.

“Ya, tadi kita terima laporannya dan sudah saya sampaikan ke pimpinan (Kajari-red),” katanya.

Ia menerangkan, terkait dengan penanganannya, akan terlebih dahulu menunggu instruksi Kajari.

“Baru masuk tadi laporannya kan. Jadi, kita tunggu instruksi Pak Kejari untuk membentuk tim yang nantinya sebagai tahap awal melakukan telaah terhadap hal itu yang berasal dari Intel dan Pidsus,” terangnya saat dikonfirmasi.

Setelah proses penelaahan, kata dia, hasilnya baru kemudian akan disampaikan kembali kepada Kajari.

BACA :  Lapas Kelas III Cilegon Panen 4 Ton Melon Madu Hasil Budi Daya Narapidana

“Nanti kita tunggu instruksi lanjutnya dari beliau setelah hasil telaah itu. Soal laporan yang tadi disampaikan oleh LBH KNPI, kita juga menunggu data lainnya seperti data penerimanya. Kata mereka besok akan diserahkan ke kami,” jelasnya.

Sampai berita ini dipublish, Banten Hits, masih berusaha untuk mendapatkan tanggapan dari Kepala UPT Gunungkencana.

Sementara, saat mencoba menghubungi Kepala Dinas Pendidikan Asep Komar, handphone nya dalam keadaan tidak aktif. (Uud)



Terpopuler