Connect with us

METROPOLITAN

Lagi, UPT Pendidikan di Lebak Dilaporkan Dugaan Pungli Sertifikasi

Published

on

Banten Hits – LBH-HAM DPD KNPI Kabupaten Lebak, Rabu (10/6/2015), kembali melaporkan dugaan pungutan liar (pungli) dana sertifikasi guru. Jika sebelumnya, KNPI telah melaporkan UPT Dinas Pendidikan Kecamatan Gunungkencana, kali ini giliran UPT Kecamatan Wanasalam dan UPT Kecamatan Bojongmanik yang dilaporkan dalam kasus yang sama.

 

Tak tanggung-tanggung, dugaan pungli yang dilakukan terhadap guru penerima sertifikasi dalam laporan kedua KNPI tersebut mencapai Rp2 Juta per guru.

“Setelah kemarin kami melaporkan dugaan pungli yang terjadi di UPT Gunungkencana, kami juga menerima laporan dan keluhan dari masyarakat dan para guru tentang hal yang sama,” ujar Ketua LBH-HAM KNPI Lebak, Acep Saepudin.

BACA :  Sachrudin : Aparat Harus Rajin Pantau Wilayah

Acep mengungkapkan, dari hasil laporan yang diterimanya, dugaan pungli yang terjadi di UPT Pendidikan Wanasalam sebesar Rp300 ribu, dan yang paling parah adalah di UPT Bojongmanik yang diduga telah melakukan pungli dana sertifikasi sebesar Rp.2 juta.

“Keterangan guru yang melapor, uang Rp2 juta tersebut dibagi untuk dua keperluan, Rp.1 juta untuk dana aspirasi dan Rp.1 juta lagi untuk kepala UPT dan Pengawas,” jelasnya.

Terkait laporan yang disampaikan dan diterima oleh Kasi Pidsus Kejari Rangkasbitung tersebut, ia meminta kepada seluruh elemen sosial control di Lebak untuk bisa bersama-sama mengawal dugaan tersebut.

“Kami berharap semua bisa ikut mengawal hal ini agar penanganan kasunya oleh penegak hukum bisa dengan tuntas,” pintanya.

BACA :  20 Industri di Kosambi Tak Lengkapi Syarat Administrasi

Hingga berita ini diturunkan, Banten Hits, masih berupaya mencari nomor handphone kedua UPT tersebut guna meminta tanggapan terkait laporan tersebut. (Nda)



Terpopuler