Connect with us

METROPOLITAN

Ini Juga Alasan Kejari Enggan Tindaklanjuti Dugaan Pungli Sertifikasi di Lebak

Published

on

Banten Hits – Selain menilai laporan LBH-HAM KNPI Kabupaten Lebak tentang dugaan pungli sertifikasi yang diduga dilakukan oleh sejumlah UPT Dinas Pendidikan di Lebak terhadap para guru penerima dengan kisaran Rp300 ribu adalah laporan yang subyektif dan tidak valid, pihak Kejari Rangkasbitung juga mengatakan sebelum menerima laporan dari LBH KNPI, pihaknya mendapat informasi bahwa pihak Kepolisian Resort (Polres) Lebak sudah melakukan lidik terhadap dugaan pungli tersebut.

“Ini informasi yang saya dapat, tapi nanti akan saya kroscek lagi benar atau tidaknya kalau Polres sudah lidik katanya. Iya, soal sertifikasi ini,” ujar Kasi Intel Kejari Rangkasbitung Eko Baroto, saat dikonfirmasi Banten Hits, melalui handphonennya belum lama ini.

Namun, Eko belum bisa memastikan apakah dugaan pungli sertifikasi yang dimaksud tersebut adalah dugaan pungli sertifikasi yang sama yang dilaporkan oleh LBH KNPI.

Dalam laporan yang tidak berselang lama dicabut kembali, LBH KNPI melaporkan UPT Dinas Pendidikan Kecamatan Gunungkencana lantara diduga melakukan pungli terhadap guru penerima sertifikasi dengan besaran Rp300 ribu.

Tak hanya UPT Gunungkencana, LBH KNPI saat itu juga melaporkan dua UPT Dinas Pendidikan lain yakni UPT Wanasalam dan UPT Bojongmanik dengan dugaan yang sama.

Dari hasil laporan yang diterima pihak LBH KNPI, dugaan pungli yang terjadi di UPT Pendidikan Wanasalam sebesar Rp300 ribu, dan yang paling parah adalah di UPT Bojongmanik yang diduga telah melakukan pungli dana sertifikasi sebesar Rp 2 juta.

“Iya, masalah sertifikasi. Tapi, saya kurang tau apakah laporan yang sama atau tidak, informasinya memang seperti itu. Makanya, nanti tolong dikonfirmasi juga ke Polres sertifikasi yang mana, tapi informasi yang saya dapat itu sudah dilidik,” katanya.

“Sesuai dengan MoU antara Kejagung dengan Polri, siapa yang terlebih dahulu maka lembaga itu yang kemudian akan menindaklanjutinya,” tambah Eko.

Sementara itu, Ketua LBH KNPI Lebak Acep Saepudin, saat dikonfirmasi membantah jika pihaknya sudah pernah melaporkan dugaan tersebut ke pihak Kepolisian.

“Kita belum pernah,” singkatnya.

Banten Hits coba mengkonfirmasi hal tersebut kepada pihak Polres Lebak, melalui BlackBerry Messenger kepada Kasat Reskrim AKP David Candra Bebega. Namun sayang, belum mendapat jawaban. (Uud)

Trending