Connect with us

METROPOLITAN

Jika Mengandung Formalin, Disperindag Lebak Akan Usut Produsen Bihun

Published

on

Banten Hits – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Lebak, akan bekerja sama dengan pihak Kepolisian jika pada salah satu bahan makanan yang dikonsumsi puluhan warga di Kecamatan Cibadak yang menjadi korban keracunan beberapa waktu lalu terbukti mengandung bahan pengawet berbahaya bagi tubuh manusia.

“Kami memang belum dapat laporan dari Dinas Kesehatan terkait hasil uji lab yang dilakukan di Jakarta. Tapi, kalau dari hasilnya positif ada bahan makanan yang mengandung formalin atau bahan berbahaya lainnya tentu akan kita tindak lanjuti,” kata Kepala Disperindag Lebak Wawan Ruswanto, kepada Banten Hits, di Rangkasbitung.

Kata Wawan, tindak lanjut tersebut bisa dimulai dari penarikan semua bahan makanan yang positif berformalin tersebut. Langkah selanjutanya, Disperindag akan bekerja sama dengan Kepolisian untuk menelusuri pihak produsen yang memproduksi bahan makanan tersebut.

BACA :  Di Festival Cisadane, DLH Ajak Pengujung Daur Ulang Bahan Bekas Menjadi Barang Berguna

“Kalau dari bahan-bahan makanan yang di uji lab-kan, kandungan formalin lebih berpotensi ada di bihun. Makanya, kalau hasil lab nya positif ada formalin di bihun itu, kita dengan dibantu Polisi akan telusuri siapa produsen yang memproduksinya,” paparnya.

Menurutnya, pedagang yang menjual bahan makanan tersebut memang tidak bisa disalahkan lantaran ketidaktahuan bahwa ada bahan yang berbahaya.

“Pedagang kan mana mungkin tau kalau seadainya ada formalin yang ia jual. Kalau penyebab keracunan itu karena ada bahan makanan yang mengadung bahan pengawet berbahaya tentu ini sudah melanggar UU nomor 8 tahun 2009 tentang Perlindungan Konsumen. Ada sanksi tegas untuk ini,” jelasnya.

Kendati demikan, lanjut Wawan, selama pengawasan yang dilakukan jajaran bersama tim dari SKPD lain, belum ditemukan adanya bihun yang mengandung formalin atau bahan pengawet sejenisnya.

BACA :  495 Siswa SMK Negeri 2 Rangkasbitung Ikuti UNBK 2017

“Belum, belum kita temukan kalau untuk bihun. Kalau untuk tahu berformalin kita memang sudah temukan,” pungkasnya.

Untuk diketahui, 26 warga Kampung Borondong RT 01 RW 02, Desa Cibadak, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Lebak, keracunan, Kamis (28/5/2015) lalu, mengalami keracunan. Puluhan warga tersebut mengalami pusing, mual dan muntah-muntah hingga harus menjalani penanganan medis setelah beberapa jam menyantap nasi uduk yang diolah oleh warga setempat yang juga ikut mengalami hal yang sama.

(BACA JUGA : Puluhan Warga Lebak Keracunan)

Terkait peristiwa itu, lima jenis bahan makanan yang diduga menjadi penyebab puluhan warga keracunan menunjukkan hasil negatif setelah dilakukan uji lab UPTD Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Kabupaten Lebak oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat.

BACA :  GOR Ona Jadi Tempat Mesum, Satpol PP Akan Patroli Semalaman

“Dari lima makanan yakni nasi uduk, lontong, sambal, sayur dan bihun menunjukkan Cianida (Cn) negatif dan Arsen (As) negatif,” ujar Kepala UPTD Labkesda Kabupaten Lebak, Heri Fatoni, Jum’at (29/5/2015).(Rus)



Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *




Terpopuler